The Perfect Man [END]

The Perfect Man [END]

  • WpView
    LẦN ĐỌC 798,838
  • WpVote
    Lượt bình chọn 2,539
  • WpPart
    Chương 1
WpMetadataReadHoàn thành Thứ 6, thg 6 12, 2020
WpInfo
Hư cấu
Lãng mạn
Wajib follow sebelum baca. Hidup menjadi tak semudah yang dibayangkan ketika semua kartu penyokong gaya mewahnya mulai ditarik oleh sumbernya. Mia Pramudita, wanita berusia 28 tahun itu seolah tak pernah dewasa. Dia terlalu menikmati berkatnya sebagai putri tunggal keluarga Pramu yang berlimpah harta. Membuatnya tak pernah menyadari bahwa gaya sosialita itu perlahan mulai menghancurkan jati dirinya. Sudah tepat ketika sang ayah menarik semua fasilitas yang Mia dapatkan. Keadaan menuntutnya untuk survive, namun Mia masih berpikir untuk hidup mewah tanpa bersusah payah. Dia berpikir untuk... menikahi pria kaya dan kembali hidup sesuai maunya. Namun keinginan tak selalu sesuai dengan kenyataan. Tak ada pria yang benar-benar menginginkannya tanpa nama Pramu, membuat Mia terpaksa ikut serta dalam tantangan yang dibuat bersama ketiga sahabatnya. Tantangan itu adalah... sejauh mana Mia bisa survive dari hal yang dibencinya. Menjadi pekerja kantoran, yang seumur hidup belum pernah dia lakukan. © 2019 by Mia Dimar
Bảo Lưu Mọi Quyền
#732
chalenge
WpChevronRight
Tham gia cộng đồng sáng tác truyện quy mô nhấtNhận đề xuất truyện được cá nhân hóa, lưu các tác phẩm yêu thích vào thư viện, đồng thời bình luận và bình chọn để phát triển cộng đồng của bạn.
Illustration

Bạn cũng có thể thích

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Bratty Wife
  • DESTINY [FIN]
  • TERJERAT CINTA CEO AROGAN
  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  • Lelaki Pilihan (Selesai)
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • BELLAMIA
  • 2nd Bite of The Cherry

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

Thêm Chi Tiết
WpActionLinkNội dung hướng dẫn