Learning to Be Rebellious (Ongoing)

Learning to Be Rebellious (Ongoing)

  • WpView
    Reads 2,166
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 15, 2026
Cerita ini dimulai dari satu kata: bandel. Bandel. Dari satu kata itu, kami belajar banyak hal. Lalu apa yang kami pelajari? Hidup. ••••• Catatan: beberapa bagian sengaja tidak dituliskan di sini. Ikuti dulu kalau ingin membaca semuanya. Dukung penulis dengan vote dan komentar. Dari pembaca, untuk penulis. Terima kasih.
All Rights Reserved
#75
teenagers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTROVERT ITU PACARKU [Seni Memahami Caka] || [ON GOING]
  • Boys In The Kost
  • Sweet Home -Tentang Kita yang Memilih Tinggal NOMIN FT JISUNG
  • CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB)
  • Antagonis Mommy
  • TRANSMIGRASI SI PENIKMAT GOSIP (BL)
  • Berandalan. END [✓] || KEONHYEON★
  • Oneshot XingQiu/Qiu Harem
  • THE DARK SIDE GAVIN

Masa kuliah Lima yang B aja berubah saat dia kena angin antah berantah hingga membuatnya merhatiin Caka terus-terusan. Cowok pendiam-teman sekelas yang selama ini bahkan nggak masuk daftar cameo dalam hidupnya. Nggak cukup disana. Semesta yang kadang kidding malah memperkenalkan mereka di ruang komputer gara-gara donat sialan yang bikin Lima kelabakan kayak ayam mau bertelur sembilan. Ganteng? Baik? Atau karena glowing paripurna sampai ada grup kampus buat penelitian kulit Caka? Enggak! Lima nggak mikirin semua itu waktu pertama kali berhadapan dengan Caka sedekat itu. Justru manik leher Caka yang membuatnya ternganga lupa kalau cowok itu bukan siapa-siapa. Anehnya, sejak kejadian ruang komputer itu, kebetulan-kebetulan lain muncul seperti semesta merestui interaksi kecil mereka. Sampai puncaknya, gara-gara mulut lemes Sora, lidah Lima malah kepleset ngajakin Caka pacaran. Nggak ada briefing. Nggak ada persiapan. Semuanya serba tiba-tiba kayak tahu bulat di goreng dadakan. Awalnya pesimis, cowok itu bakal nolak dia dilihat dari kepribadiannya dalam kelas. Tapi nyatanya Caka bilang 'Ya'. Dan dari satu kata 'ya' itu, hubungan seorang Lima yang cerewet, neting-an dan posesif dengan Caka yang kalem, lempeng, lurus-lurus aja, dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines