NO FEELINGS

NO FEELINGS

  • WpView
    Reads 191
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 3, 2019
Saat kalian bertemu Rio, mungkin kalian akan bilang, Tuhan tidak adil padanya. Kenapa lelaki setampan, sebaik, dan seceria Rio tidak pernah mendapat kebahagiaan yang pantas? Lahir sebagai anak yang tak diinginkan, diasuh oleh komplotan pengemis yang memanfaatkan dirinya sebagai mesin pencetak uang. Melarikan diri dari kawanan tersebut tak lantas membuat hidupnya lebih baik. Minimnya pendidikan membuat Rio tak diterima di kalangan manapun. Lalu disini kalian akan bertemu Putri, gadis cantik yang sayangnya hatinya telah mati. Kalian boleh saja mencaci maki semua tindakan buruknya. Tapi yang harus kalian tahu, kisah pahit dibalik kejamnya sifat Putri. Pembantaian habis keluarganya tepat di depan matanya, membuat Putri menutup hatinya dengan dendam. Lalu menurut kalian, hidup siapakah yang lebih menyedihkan sekarang?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Good Day to Remember You
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • Heartbeat [END]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Tokyo Travelgram [completed]
  • Ranzir
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • My Devil Boy
  • First Rain "Hujan Pertama" (End)

[COMPLETED] Lia tersenyum memandangi sosok laki-laki yang selama ini menjadi penyemangat hidupnya. Lia tahu ia adalah manusia yang sangat beruntung karena bisa bertemu dengan seseorang yang selalu berjuang demi dirinya. Demi dia yang selalu merasa susah, demi dia yang selalu merasa lelah. Dia tahu hidupnya akan sempurna jika bisa bersama dengannya untuk waktu yang amat sangat lama. Tapi, apakah Tuhan menyetujui keinginannya? Apakah takdir Tuhan memberikan banyak waktu untuk dirinya dan juga untuk laki-laki yang sangat ia cintai? Sepertinya tidak. Karena kini, Lia harus sendiri. Meratapi nasib, menunggu sampai waktunya tiba ia bertemu kembali dengan dia. Ya, dia yang kini sudah tak ada lagi disisinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines