SENJA
  • WpView
    Reads 6,078
  • WpVote
    Votes 185
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 13, 2019
"Ja ini penting, coba deh loe liatin kaca sambil bilang 'gue ini normal', bukan apa apa ya, siapa tau loe emang gak normal!" ~Andita maharani "Jadi menurut versi loe, orang yang belum pernah ngerasain cinta dan gak pacaran itu gak normal?" ~Senja aurelia "Tapi loe emang masih normalkan? kali kali loe sukanya sama cewek, apalagi ceweknya kaya gue uh yang lain mah ngibrit. ~Karenina wijaya *** Senja tidak butuh cinta itu yang sudah tertanam dalam pikirannya, Hidupnya terlalu ruwet untuk sekedar memikirkan hal menye menye seperti itu. Namun dia melupakan satu hal, bahwa Senja yang indah butuh awan yang menghitam..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Membawa Senja
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • Senja dan Jingga
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Diary [COMPLETED]
  • SENJA JINGGA
  • If I Don't Hurt You (END)

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines