Time Corner [Antologi Puisi]

Time Corner [Antologi Puisi]

  • WpView
    LECTURAS 799
  • WpVote
    Votos 293
  • WpPart
    Partes 22
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, sep 13, 2019
Kuberi tahu kau tentang cara memeluk yang paling sakral; tentang cara mencintai paling romantis; tentang cara menggenggam tangan yang entah berada di mana; tentang cara membingkai seseorang yang entah siapa untuk kau simpan di relung jiwamu. Puisikan dia. Abadikan dia di sana. Kujamin, kau tak akan pernah kehilangan sosoknya. Sampai kapan pun. .. Cover by Pinterest .. Time Corner ©2018 G. Syakila @lavirgoflypaper Luncur perdana: 18 Desember 2018
Todos los derechos reservados
#203
menulis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • aku bukan penyair
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • My Wish
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • Semua Memukul (✅)
  • Rembulan Yang Sirna
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)

Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puisi. Tanpa jeda. Awalnya, ini hanya tentang menulis... lalu selesai. Tapi semakin jauh, aku mulai sadar- seperti ada sesuatu yang ikut menulis bersamaku. Sesuatu yang lebih jujur tentang luka daripada yang berani kita akui. Kalau kamu pernah: • tersenyum, tapi kosong • dikelilingi banyak orang, tapi tetap sendiri • atau hidup... tanpa benar-benar merasa hidup hati-hati. Buku ini bisa terasa terlalu dekat. Di dalamnya ada: luka yang tak sempat diberi nama, rindu yang kehilangan alamat, dan doa-doa yang hanya berani hidup dalam diam. Ini bukan sekadar tulisan. Ini jejak. Atau mungkin... pengakuan. Beberapa orang bilang, ada bagian yang terasa seperti ditulis khusus untuk mereka. Kebetulan? Atau... kamu yang memang sedang dipanggil? Mulai dari hari pertama. Kalau tidak ada yang kamu rasakan, kamu bebas pergi. Tapi kalau kamu memilih untuk tetap tinggal- bersiaplah. Karena mungkin, yang perlahan berubah bukan kata-katanya... melainkan kamu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido