Durma
  • WpView
    Reads 854
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, Dec 10, 2018
Hayu, putri seorang kepala desa yang sangat dihormati di lereng Merapi. Kembang desa yang begitu dicintai warganya. Banyu, putra seorang juragan batik. Seperti namanya, terkadang dia tenang menghanyutkan. Namun ada kalanya berubah seperti air bah. Malapetaka bagi Hayu dimulai saat gadis itu harus menerima lamaran Banyu. Dengan dalih menjaga kehormatan keluarga. Tanpa hati, Hayu menjalani itu dan akhirnya harus putus sebelum pernikahan. Ada yang berubah dari Hayu setelah putusnya pertunangan itu. Santet. Demikian kabar burung yang beredar. Benarkah itu santet? Atau ada sebab lainnya? Masihkah Hayu bisa mengenal cinta lagi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sassy wifey, Silent Hubby
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SANDI: THE CROSS BREEDING
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Pelangi Di Hatimu
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • ‹ 𖥔 ࣪ ABHIMANYU'S PRIYA ᥫ᭡
  • Lime of Euphoria
  • Perfect Love for Imperfect Things (SELESAI)
  • DESIDERIUM (SELESAI)

Pernikahan bukan sekadar ikatan antara dua insan, melainkan keputusan untuk saling memihak hingga akhir waktu. Haein, perempuan dengan suara lantang dan sikap nya yang sassy ternyata tumbuh dalam lingkungan dingin tanpa banyak pelukan dari seorang ibu. Sementara Hyunwoo, lelaki pendiam yang lebih sering menjawab dengan tindakan ketimbang kata-kata, datang membawa kehangatan untuk Haein tanpa diminta. Mereka berbeda. Tapi dalam bahtera yang sama, mereka memilih untuk tetap bertahan. Ketika Haein didiagnosis mengidap penyakit langka, tak ada satu pun hal yang berubah dari tatapan Hyunwoo. Ia tetap ada, tetap memihak, dan tetap menggenggam tangan yang mulai gemetar. "Jika bahtera ini terbalik, aku pun akan tenggelam bersamamu," ucapnya lirih. Di antara ladang pohon pir yang sejuk dan suara sapi-sapi di kandang belakang, rumah kecil mereka menjadi saksi tentang cinta yang tak banyak bicara, tapi tak pernah luput menjaga. Karena cinta sejati bukan yang paling nyaring, tapi yang paling setia dalam diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines