Caramel Macchiato

Caramel Macchiato

  • WpView
    Membaca 9,578,503
  • WpVote
    Vote 336,829
  • WpPart
    Bab 46
WpMetadataReadLengkap Sen, Mei 22, 2017
[CERITA INI SUDAH DITERBITKAN] Dia, seperti Caramel Macchiato. Dibalik tawanya, dia sedih. Dibalik keceriaannya, ia menyimpan luka. Semua orang hanya tahu bahwa ia adalah seseorang dengan sejuta keceriaan yang ia tebarkan tanpa tahu ia juga mempunyai sejuta kenangan pahit yang ia tutupi semanis mungkin. Tapi, tak ada minuman yang tak pernah habis walau terus saja diminum, bukan? Semakin lama, caramel yang ada diatasnya itu terkikis. Lalu, jika caramelnya sudah habis, akan ada rasa kopi yang pahit. Mungkin sedikit pahit karena sudah dicampur oleh gula dan susu. Dan lama lama, dia sudah mulai menampakkan kesedihannya. Membuat semua orang bertanya. Tetapi Ia tetap berusaha untuk menyembunyikannya semanis mungkin walau mungkin tak semanis dulu. Copyright © 2014 by Iffah Ariqoh.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Laura Dan Leo
  • Terima Kasih, Rumah
  • Coffee in love
  • About feelings   (selesai)
  • ATHALARIQ
  • Behind The Smile
  • Broken Enough
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Semu [Completed]
  • Samara (Complete)

Dalam hidup, kita disuguhkan banyak kejutan oleh semesta yang berperan banyak didalamnya. Tak jarang, kenangan pahit yang akhirnya membuat kita menaruh benci untuk sekedar menoleh melengkapi bagian cerita. Namun bukankah setelah menciptakan pahit, tuhan juga menciptakan manis? Mari selami kisahku, bersama sosok yang kukira, semesta sendiri yang memberikannya untukku. Ia Leo. Tak kuberitahu nama lengkapnya apa, nanti saja jika ceritaku dengannya benar-benar berada diujung akhir. Entahlah akhir yang seperti apa, bahagia atau malah sebaliknya. Bagiku, kami sama-sama seperti luka yang tak paham bagaimana cara menyembuhkannya. Maka itu, akan kutulis kisah ini dengan pelan tanpa buru-buru. Ia akan mengendap dan merangkak dari balik layar hidupmu. Diam-diam kelar, diam-diam usai.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan