Aku,  Kamu,  dan Pesantren

Aku, Kamu, dan Pesantren

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 7, 2018
Makkin, laki-laki kecil dan lugu menjejakkan kakinya di Pesantren. Tidak mudah baginya. Namun, Makkin yang periang berusaha untuk mendapatkan kehidupan yang selalu diimpikan. Salah satunya adalah merengkuh hati sang gadis pujaan. Makkin menyadari bahwa pesantren memiliki dinding kokoh dan peraturan yang ketat. Maka, Makkin tidak hanya diam berpangku tangan. Lalu, mampukah Makkin menembus dinding Pesantren untuk merengkuh hati sang gadis pujaan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci
  • Pelukan Terakhir
  • Move On
  • Never Let You Go (Complete)
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • GISTARA (TERBIT)
  • Melangkah Tanpa Ragu
  • REKSA: The Last Bell

Dilema Cinta yang Tak Terucap adalah sebuah kisah tentang dua hati yang saling berperang dengan perasaan, namun enggan mengungkapkannya. Ardan, seorang pemuda yang terlalu keras kepala untuk mengakui perasaannya, dan Elena, gadis yang lebih suka bersembunyi di balik kebohongan kecil daripada mengungkapkan ketakutannya akan cinta. Kisah ini mengisahkan perjalanan mereka yang penuh gelak tawa, pertengkaran, dan juga momen-momen manis yang tak terduga. Dari mulai percakapan ringan, canda tawa yang penuh jebakan, hingga konflik hati yang datang silih berganti. Tak jarang, mereka merasa terjebak dalam kebingungannya sendiri, saling menjaga jarak meskipun perasaan itu terus tumbuh tanpa bisa dipahami. Seiring berjalannya waktu, keduanya harus menghadapi kenyataan bahwa tak semua yang mereka inginkan bisa terjadi sesuai dengan harapan. Mereka berusaha memperbaiki diri, menyembuhkan luka lama, dan berusaha menyeimbangkan perasaan yang semakin dalam. Namun, di balik itu semua, mereka percaya bahwa takdir akan mempertemukan mereka kembali, meskipun jalan menuju kebahagiaan tak selalu mudah. Saat perasaan itu semakin dalam, Elena mulai bertanya-tanya: bisakah perasaan yang lama terkubur begitu saja? Apakah Ardan akan selalu menganggapnya hanya sebagai penyembuh sementara, atau mungkinkah ada kesempatan untuk mereka berdua? Di sisi lain, Ardan juga terjebak dalam dilema yang tak terungkapkan-perasaan yang mengikatnya antara rasa ingin menjaga jarak dan keinginan untuk lebih dekat dengan Elena. Apa yang akan terjadi ketika dua hati yang terluka dipertemukan oleh takdir yang asing? Bisakah cinta tumbuh di tengah kebingungannya, atau justru semakin menghilang saat mereka berusaha untuk mengungkapkan semuanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines