Love? (REMAKE)

Love? (REMAKE)

  • WpView
    Reads 40,731
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 1, 2022
"Lo gak boleh suka sama laki-laki mana pun kecuali gue!" desis Jungkook membuat Eunbi tertawa. "Jungkook, udah deh. Lo realistis aja. Gue itu cuma suka sama Taehyung bukan lo! Jadi mending lo lepasin gue! Apaan sih?" Eunbi memberontak hebat ketika tiba-tiba Jungkook mendorongnya ke dinding. "Apa yang lo lihat dari Taehyung sampai lo suka sama dia?" bisikan Jungkook terdengar tajam, membuat bulu kuduk Eunbi merinding. Tapi Eunbi berusaha terlihat santai, cenderung melawan Jungkook. Kepala Eunbi terangkat sedikit, memberi kesan angkuh. "Dia baik, ramah, pinter, nggak berandalan dan nggak nakal kayak lo! Dan dia juga nggak pemaksa!" Gemeletuk geraham Jungkook terdengar oleh Eunbi. Namun gadis itu berusaha tidak takut. Di depannya, Jungkook sudah mulai emosi. BUGH! Eunbi terkejut ketika kepalan tangan Jungkook mendarat di dinding, tepat di samping kepalanya. Eunbi menunduk, sekarang dia benar-benar takut dengan Jungkook. "Kenapa?" bisik Jungkook. Eunbi mengangkat kepalanya pelan. Eunbi tertegun melihat tatapan Jungkook berubah miris. "Kenapa semua orang di sini milih Taehyung? Apa-apa Taehyung! Kenapa nggak pernah gue?" Eunbi terdiam. Tidak tahu harus membalas apa. "Pokoknya, lo itu punya gue! Titik!" nada final Jungkook membuat Eunbi melongo.
All Rights Reserved
#4
sinkook
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • One More Chance
  • RUN || ROCKY ✔
  • You Are My Life
  • [END] WAKTU YANG SINGKAT || K.V
  • tentang sebuah rasa
  • Diamond House: One Half
  • Happiness || sunsun
  • Our Life Journey [SELESAI, UNREVISION)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines