Story cover for Amethyst by gomen_kudasai
Amethyst
  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 28
  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 28
Ongoing, First published Dec 07, 2018
*Haloo.. selamat datang di cerita pertama saya, harap maklum kalau ceritanya banyak kurangnya, baru pertama kali soalnya. Jadi, saya berharap readers sekalian bisa mendukung saya dengan memberi kritik dan saran yang membangun dengan meninggalkan jejak vote dan comment nya ya. Terima kasih. ~gomena~*


Bagi ridho, mitha itu jaim, tidak peka, 52% introvert, cantik, cantik dan cantik.
Bagi mitha, ridho itu aneh, culun, agak ganteng, aneh lagi, tapi aneh terus.
Tapi gak selamanya kok, semakin kesini ya semakin kesana.. 

__________
"gue bukannya gak mau, tapi gak bisa" gadis itu tertunduk lesu.
"belum dicoba kok" lawan bicaranya masih terdengar merayu.
"ihhhh... tapi beneran gak bisa ridho!!!"
Ridho tertawa menanggapi mitha yang sangat kesusahan mencoba mengangkat beban tas yang dibawanya. Mitha berfikir apa yang membuatnya lucu sampai ridho tertawa memegang perutnya.
"lo kok ngeselin, cepet bantuin.." mitha merengek sambil sesekali menghentakan kakinya ke tanah.
"iya-iya.. sini" ridho mengambil alih tas itu setelah puas menertawakan mitha dan mereka melanjutkan jalan mereka yang tertunda.
"lo seneng banget sih ngeledek gue?" mitha bergelayut ke lengan ridho.
"abis lo lucu, gue suka" ridho menghadap ke arah mitha sambil menyengir kuda.
"karna lo ganteng gue maafin dehh... hehehe" mitha menyandarkan kepalanya ke bahu bidang ridho sambil ikut tersenyum dan tertawa kecil.
__________

*Fiksi-Romance*
*Project #1 Gomena*
20 September 2023
Baca selengkapnya di "Amethyst"...
All Rights Reserved
Sign up to add Amethyst to your library and receive updates
or
#244ada
Content Guidelines
You may also like
Not Me & Not Mine by elsyaqif
22 parts Ongoing Mature
Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief
Sudut pandang (felisha) by alghisty_
7 parts Ongoing
"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih
MEMORIA (COMPLETE)  by alizoxa
53 parts Complete
Ini semua adalah tentang memoria (ingatan) dari kehidupan sebelumnya. Tapi bukan cerita pengulangan waktu, biasa. Tak pernah terpikirkan oleh Lily bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup. Seumur hidupnya, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengejar cinta Asher yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Lily mencelakai wanita yang dicintai Asher, Intan. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Lily sering membawa kesialan dan membuat hidup Asher dan Intan menderita, mereka masih berbaik hati memberi Lily bantuan ketika Lily harus menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut. Kehidupan kali ini, Lily hanya ingin mencoba membahagiakan diri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya. "Makasih Ash, baik dulu maupun sekarang. Aku udah nyerah, aku bener-bener mau berhenti dan ngelepas kamu." Tapi... Siapa sangka kehidupan kali ini ternyata lebih rumit dari yang Lily bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan. "Ternyata benar, ketidaktahuan terkadang lebih baik dibandingkan tahu kenyataan yang pahit." #ALUR LAMBAT #PENUH KEJUTAN #SEKALI BACA BISA NAGIH #BYK TYPO, GAK REVISI LAGI (CERITA ORIGINAL DARI PENULIS, ALIZOXA, DILARANG PLAGIAT!!!) #1 Coldboy - 29 Oktober 2023 #1 Romansa - 2 November 2023 #3 romantis - 19 September 2023 #1 secondlife - 29 Oktober 2023 #2 kesempatankedua - 19 September 2023 #3 menyesal - 19 September 2023 #8 Bucin - 29 Oktober 2023 #35 romance - 16 November 2023
 ALZERA (On Going) by CifaCiaull658
14 parts Complete Mature
"ENTAH INI SUATU KE BETULAN, ATAU MEMANG GARIS DARI SEBUAH TAKDIR YANG MEMANG SUDAH TUHAN TENTUKAN MELALUI SUATU KEBOHONGAN" "HEH LU KALONYEBRANG TU PAKE MATA DONG!!" Sentak laki laki yang hampir saja menabrak Liza dengan penuh emosi "Maaf ya ka, tapi dimana-mana nyebrang itu bukan nya pake kaki?" jawab gadis itu sambil bangkit dari aspal "Terserah lu, udah bagus rem motor gua pakem , klo ga, udah masuk Rs kali lu, gua juga yang harus tanggung jawab" ucap Kesal cowo berseragam putih abu ber halem full fac diatas motor sport dengan jaket hitam kebanggan yang melekat di tubuh nya " tapi bukan sepenuhnya salah aku dong ka, kakanya juga bawamotornya kebut kebutan, lagian aku udah liat kanan kiri dulu ko sebelum nyebrang" Ucap gadis itu dengan nada yang tetap santay "Jawab mulu lu ya.., udaah cepet minggir, males gua ladenin Cewe frik ka ya lu" "Pagi-pagi udah bikin gua kesel aja dasar cewe frik" grutunya dan kmbali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan gadis yang barusan hampir ia tabrak "NYEBELIN BANGET SI TU COWO BUKAN NYA MINTA MAAF, sabar liza masi pagi, jangan rusak mood kamu hari ini cuma gara gara cowo nyebelin itu okey " grutu gadis itu mengingatkan dirinya sendiri menghela nafas dan mengelus dadanya mencoba tetap tenang dan tetap bersabar (KALO KALIAN PNASARAN GIMANA ALUR CERITANYA lanjut terus baca ya..!) "Knalin karakter mereka di cerita pertama ku kali ini" (Jangan lupa vot sebanyak banyak nya and komen, ajak tmn tmn kalian baca crita aku ya guysss🥰) "HAPPY READING GUYSS"🥳🤩
You may also like
Slide 1 of 10
Not Me & Not Mine cover
One Night Accident [End] cover
Lovely Gama [Selesai] cover
Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓ cover
However, We Are Together ✓ cover
Sudut pandang (felisha) cover
Klara's Baby [End] cover
MEMORIA (COMPLETE)  cover
 ALZERA (On Going) cover
Kaila's Choice: Stay Or Move On? cover

Not Me & Not Mine

22 parts Ongoing Mature

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief