Kisah Sang Puan

Kisah Sang Puan

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 6, 2019
Aku memang bukan gadis yang baik seperti penampilanku. Tapi In Syaa Allah aku masih berusaha untuk menjadi lebih baik di setiap harinya (: Sebenarnya aku tidak ingin mengungkap ini dalam setiap aksara. Tapi, inilah caraku menepis segala rasa- dengan diselingi do'a pastinya. Aku bukan roman yang selalu membuat tulisan indah untuk Wulan. Aku juga bukan fiersa besari yang setiap katanya senantiasa mengisi hari. Aku hanya seorang yang biasa, tak mengerti apa itu rasa, aku masih buta akan ilmu agama- aku masih berusaha mempelajari nya. Sungguh entah sampai kapan kagum ini berlanjut. Karena tanpa kuduga sebelumnya, sahabatku juga mengagumi mu(": Aku tahu, memang bukan hanya aku yang mengagumi mu. Bukan hanya aku yang mendo'akan mu. Bukan hanya aku pula, wanita dalam hidupmu. Jika diperbolehkan, izinkan aku diam dan membiarkan semua orang yang mengagumi mu mencari perhatian mu dengan caranya. Terimakasih telah mengajariku bagaimana rasanya sabar dalam memendam rasa. Terimakasih telah mengajariku untuk senantiasa menjaga pandangan. Terimakasih telah menghiasi hari. Selamat beraktifitas✨😊 -rhmwt
All Rights Reserved
#18
humaira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Bawa Perubahan
  • Kamu [SELESAI]✔
  •  Manhaj Salaf
  • Assalamualaikum Imamku
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Destiny [Selesai]
  • Pengingat Diri

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines