AKU, KAU & DI(KU)A

AKU, KAU & DI(KU)A

  • WpView
    LECTURAS 106
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, dic 13, 2018
Setelah gue melakukan survei singkat di salah satu grup di medsos, akhirnya gue bisa menyimpulkan bahwa banyak cewek yang menginginkan dirinya dikejar oleh seorang cowok. Bukan dia yang mengejar. Lalu kebanyakan cewek yang suka dengan cowok yang humoris serta penuh dengan kejutan dari pada cowok yang cool namun romantis. Dan satu hal lagi. Banyak cewek yang gak ngelirik jari tangan lelaki yang ditaksirnya. Padahal kan bisa tau itu cowok dah taken atau belum. Sekarang mari kita lihat kaum lelaki. Banyak lelaki yang mengatakan bahwa mereka suka dengan cewek yang kalem dari pada yang agresif. Mereka juga suka dengan cewek yang dandanannya sederhana dan juga feminim. Ya intinya tuh mereka suka yang mama-bale gitu. Namun apa jadinya jika seorang Dani, bukan Dani si pembalap, seorang wanita karier, seorang wanita yang selalu menjaga tingkah lakunya yang anggun berubah menjadi seorang wanita yang agresif. Bahkan dirinya berani mengajak seorang pria asing untuk pergi ke KUA. Nah, gue ucapkan selamat datang di dunia Dani Ayu Rahajeng. Dimana cerita yang dia punya anti-mainstream bukan yang mainstream. Saran gue sih siapkan hati dan pikiran kalian. Perbanyak berdoa karena kalian akan lebih sering mengumpat ketika membaca cerita ini. Jangan baca ditempat yang ramai atau kalian akan disangka orang gila jika kalian tiba-tiba tertawa karena humor Dani yang receh. Satu hal yang pasti bagi si Dani adalah lo harus jadi cewek yang agresif karena kalau gak lo bakalan ditikung sama pelakor kayak kisah dia. "Mas, putar balik, kita ke KUA aja."- Dani Pedrosa, eh maksudnya Dani Ayu Rahajeng "Emangnya kamu gak lihat cincin yang melingkar dijari manis saya?"- Adimas Dewantoro "Emangnya komitmen itu apa? Sejenis makanan?"- Dani & Adimas
Todos los derechos reservados
#7
kua
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • You Can't Hurry Love [Dihapus Sebagian]
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Dear Kamu, Asisten Ayahku #3 (END) ✓
  •  Holding you
  • DEHANDAR & AQILLA [YOUNG MARRIAGE]
  • Days After We Met
  • The Supernumerary Project (TERBIT)
  • Let's Stop being Friends [TAMAT]
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

"Do not be in a hurry, the right man will come at last." Jane Austen. Isabelle Anjani Nitisara bekerja sebagai jurnalis media online. Saat wawancara kerja pemimpin redaksi di tempatnya bekerja mengatakan kalau profesi itu menuntut waktu 24 jam dalam sehari. Awalnya, Jani enggak percaya sampai tanpa sadar dia sudah bekerja sebagai jurnalis selama 5 tahun, dengan jam kerja yang berbeda dengan pekerjaan lain. Jani enggak punya kehidupan pribadi, bahkan enggak punya 'me time.' Menjelang usia 30 tahun, nenek Jani mulai sibuk mencarikan jodoh untuknya. Dia dijodohkan dengan Bram cowok workaholic yang bekerja di periklanan. Pada saat yang sama impian Jani untuk menjadi redaktur gaya hidup bisa terwujud dengan satu syarat. Apa itu? Jani harus bisa mewawancarai Joshua Abhirama, seorang technopreneur yang dinobatkan sebagai lajang tahun ini. Masalah muncul karena Joshua Abhirama terkenal pelit wawancara. Cerita seorang parasit lajang yang berusaha untuk bertahan hidup di ibukota dan menggapai cita-citanya. Warning!! Cerita saya bukan untuk semua orang, saya paham kalau banyak yang enggak merasa "relate" dengan cerita saya. Kepribadian Jani juga beda dengan kebanyakan perempuan. Terima kasih. Sebagian cerita di-unpublish.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido