Menunggu VS Ditunggu

Menunggu VS Ditunggu

  • WpView
    Reads 461
  • WpVote
    Votes 233
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 26, 2020
Kata kebanyakan orang lebih baik menjadi seseorang yang menunggu daripada menjadi seseorang yang ditunggu. Bagaimanapun itu, dalam sebuah percintaan memang begitulah prosesnya yakni, menunggu dan ditunggu. Itu lah cara proses cinta untuk menemukan takdir. Percintaan seluruh pasangan didunia memang berbeda beda. Ada yang menunggu akan datangnya seseorang yang akan mendampingi hidup nya dan adapula yang ditunggu seseorang namun ia tidak sadar bahwa dirinya sedang ditunggu. Feranda yang sudah yakin untuk melabuhkan hatinya untuk pertama dan terakhir kepada seorang sahabat laki-lakinya sejak kecil. Bagaimana cerita percintaan Fera? Reading this story guys! For You Ladies and For You Gantleman Sebuah cerita sederhana dari seseorang kecil yang hidup dengan kesederhanaan cerita ini ditulis, untuk kalian yang senang tersenyum bahagia, semoga saja :)).
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • Semu [Completed]
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • Paper Hearts
  • Cool Man
  • 43 Bagian Cerita Vanys [END]
  • Not Perfect (COMPLETED)
  • Need You
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • SEWINDU

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines