Ajari Aku Tuk Berubah

Ajari Aku Tuk Berubah

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 13, 2018
Harta terbaik telah terhempas dan terampas, tersapu oleh angin. Kini gadis kecil menjadi kehilangan hati, satu-satunya harta yang dia miliki tenggelam bersama pahitnya dunia. Hal yang selalu ia tanyakan kepada langit "Untuk siapa aku hidup? Jika rasa kasih sayang didunia tiada lagi." Ketika ia beranjak dewasa, pertanyaan konyol mulai terjawab melalui kasih sayang yang ada didalam sebuah cinta. Tetapi ada sebuah luka karena kesalahannya dalam cinta... Cinta tak bisa disalahkan, karena cinta itu datang dari Tuhan Yang Maha Esa. Cinta hanyalah sebuah ungkapan berbentuk kata yang telah kita maknai sendiri. Tahun demi tahun kertas putih tak tertinta, mulai tertulis akan kisah-kisah yang tidak pernah terjadi karena... Aku dan Dia ... bukan siapa-siapa tanpa izin Tuhan Yang Maha Esa.
All Rights Reserved
#419
korea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HATRED [On Going]
  • Oh Tidak (END)
  • Sekali Lagi (End)
  • DEMIGOD
  • KIARILHAM【END】
  • AMERTA : The Last Embrace
  • You're Here, But Not For Me
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • The Story of Philosofia (Bluesy)

[Sebagian part di privat. Harap follow dulu kalau mau baca.] Benci? Membenci? Kebencian? Entah ada apa dengan diriku, membenci gadis tak bersalah karena alasan masa lalu. bahkan, masalalu yang tak ada sangkut pautnya dengan dia. Perkataan dan perlakuanku padanya mampu membuat gadis itu jatuh terperosok kedalam luka. Namun, Seiring berjalannya waktu, perilaku kasar dan rasa benci padanya, berubah menjadi rasa ingin selalu melindunginya. Tapi, ketika masa lalu tengah kembali, keegoisan selalu memegang kendali atas kerja otakku. Sehingga membuat rasa peduli dan perasaan aneh ini... lenyap begitu saja. Lantas, siapa yang merasa tersakiti disini? Almira? Tentu saja! -Haruno Altair Wijaya Airmata? Rasa sakit? Kecewa? Sudah sangat biasa bagiku. Terjebak didalam rumah mewah bagai istana, bak neraka dunia bagiku. Aku gadis bodoh, yang menjadi pihak yang selalu disalahkan. Gadis bodoh, yang mencintai orang yang membenciku. Gadis bodoh, yang masih bertahan karena alasan cinta? Tapi, cinta tidak akan menyakiti sejauh ini, bukan? Lantas, jika ini ujian, maka aku tak akan pernah lari, walau aku mampu sekalipun. -Almira Pradita Parasayu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines