Tenang Yang Mengalir

Tenang Yang Mengalir

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 10, 2018
Hanya ada satu titik untuk menuju ketenangan yaitu -diam- itu saja tak cukup, perlu mengkosongkan pikiran dan hati agar tercipta ketenangan. ~Alya memiliki sahabat yang sangat dipercaya, sampai semua tentang nya tahu. mereka menjalani hidup sangat baik seperti aliran angin yang terus mengiringi bumi. tak ada dari mereka yang menyembunyikan sebuah rahasia. mereka memiliki komitmen satu sama lain. seiring berjalannya waktu, mereka sudah dewasa, mereka berumur 17 thn, dan mereka masih belum memikirkan tentang "pacar" yang dipikirannya hanya ingin tenang dalam merasakan hidup yang sementara ini. ~Hingga sampai kepuncak mereka tetap bersama, merasakan gelombang hidup bersama, setelah usia mereka 19 thn mereka mulai sadar bahwa hidup tak hanya mencari ketenangan, tetapi mereka harus mencari sebuah tantangan yang membuat mereka tak bisa merasakan ketenangan. ~tenang yang damai~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Aksara & Allegra [REVISI]
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • karunia allah(END)
  • Untuk Dimas (End) REVISI
  • Don't  Fall  For  The  Golden  Boy  (DAENGSUNG/MYUNGNYANGZ)
  • The Dark Side(END)

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines