Lonely Thumbelina

Lonely Thumbelina

  • WpView
    Odsłon 39
  • WpVote
    Głosy 2
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja sob., gru 8, 2018
WpInfo
Fikcja
Tajemnica
Bagiku, sendiri adalah cara terbaik membunuh waktu. Aku tak peduli matahari telah terbenam dan bulan datang dengan salam. Aku hanya peduli dengan ruanganku, ruangan yang ku bangun sendiri dalam otakku. Tapi bagaimana jika bukan hanya waktu lagi yang ku bunuh?. Tapi juga kebisingan, keramaian. Dan cara untuk membunuh semua itu adalah dengan membunuh mereka yang membuatnya. Mereka yang bising, mereka yang ramai, memuakkan. Seperti yang dilakukan oleh laki-laki bertudung itu. Tidak... tidak, aku tidak mungkin melakukannya. -Berlinda Aurora-
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Marvarsha! Bertukar Jiwa
  • Mr X
  • The Dark Side(END)
  • Pelangi Setelah Hujan ✖ IDR
  • Diary Anara
  • Cinta Datang Terlambat [END]
  • Everything Happens for a Reason
  • our little liar (bieber love story)
  • RUTHLESS LOVE (TAMAT)
  • You Promised [END]

Tersambar petir. Apa yang kamu bayangkan tentang dua kata itu? Mati mengenaskan? Gosong? Tersetrum? Terkena serangan jantung? Atau, film azab? Tidak. Dimalam yang ramai dengan suara rintikan air hujan yang mengguyur jalanan yang sudah sepi, dua insan yang tak saling mengenal bertemu lalu berdebat tentang nasibnya masing-masing. Bagai mimpi buruk, petir menyambar keduanya secara bersamaan. Bagaimana bisa, bukannya mati, jiwa keduanya malah tertukar! Jiwa seorang perempuan malang yang memiliki kesabaran setipis tisu, berpindah ke raga laki-laki yang urus tak urus terhadap kehidupannya yang lebih mengenaskan dari pada perempuan itu? Jiwa seorang laki-laki yang sudah putus asa terhadap kehidupannya, berpindah ke raga perempuan yang memiliki sedikit masalah tapi memiliki teka-teki rumit dihidupnya? "Tanpa gue cerita balik tentang beban hidup gue dimalam itu, lo tau rasanya jadi gue sekarang. Gak usah lebay! Beban hidup lo, bukan apa-apa buat laki-laki perkasa kayak gue. Sok mau bunuh diri." _Marva Rajendra_

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści