First Chance To Forever

First Chance To Forever

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Terlahir menjadi gay apa itu kutukan?. Berbeda apa harus di asingkan?. Di cap menjijikan penyakitan dan terhina itulah gay. Memang kebanyakan gay di aplikasi/komunitas yg ada hanya menginginkan funsex dan mempertontonkan hal yg tak senonoh. hanya keburukan yg diperlihatkan. membuat persepsi negatif di masyarakat. tapi kali ini akan kubuktikan gay tak semuanya seperti itu . gay juga menginginkan cinta yg benar2 tulus dan kesetiaan serta kejujuran .sama halnya pasangan pria dan wanita. akan ku perlihat kan cinta yang pintar . karna cinta bukan rasa sakit, tipudaya, diperbudak, dan kesombongan. saling percaya, melindungi, memikirkan, merindukan, dan menjadi prioritas itulah cinta. jika semua itu tak ada itu bukan cinta. Gay dan Cinta tentu ada.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • owned by obsession
  • Be A Cool Boy : The Beginning
  • CINTA TAK BERTUAH [BL Story]
  • Perawat Desa
  • Cinta yang Tabu
  • Our Trygonometry || OhmNaMon [FR]
  • Secret (Boy) Friend
  • Soul Behind the Clouds

kalo berminat follow yaaa (⁠●⁠♡⁠∀⁠♡⁠) buat yang homophobia ga usah salah lapak yaaaaa ini lapak nya boyxboy okee paham?? Sejak kecil, asa selalu dikelilingi oleh tiga sahabatnya-Alvander, Giovan, dan Devan. Mereka tumbuh bersama, melewati hari-hari seperti keluarga yang tak terpisahkan. Tapi seiring bertambahnya usia, perhatian mereka berubah arah. asa tahu persis kalau tiga sahabat masa kecilnya-Alvander, Giovan, dan Devan-bukan sahabat biasa. Perhatian mereka terlalu dalam, terlalu penuh, terlalu... obsesif. Tapi selama mereka nggak melewati batas, Asa memilih untuk diam. Bertahan. Berpura-pura nggak tahu. Sampai akhirnya, batas itu hancur pelan-pelan. Setiap langkahnya diawasi. Setiap geraknya dikendalikan. Asa mulai muak-dan satu-satunya hal yang ingin dia lakukan hanyalah pergi. asa tahu ini bukan cinta. Ini jebakan. Tapi bisakah dia benar-benar bebas? Atau pada akhirnya... dia akan tetap terkunci bersama mereka-satu, dua, atau bahkan semuanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines