"Kan kamu sendiri yang bilang , kalo kamu membenci dia dan kamu sangat bersyukur ketika tau dia meninggal! Kamu lupabkamu bilang itu?! Kamu nuduh ibu bohong?!" -lirih vivi sambil mengeluarkan air mata(palsu) nya
A-apa salah ku kak? A-apa kau memang segitunya membenci ku? Tak terasa ternyata air mata ku ikut mengalir mendengar pengakuan ibu nya gilang.
"ENGGAK! GILANG GA PERNAH NGOMONG GITU BU, Na, kamu percaya kan sama kak?". Kakak? Dia menyebut dirinya sebagai KAKAK? maaf , mulai detik ini, kita ga ada hubungan GILANG DIRGANTARA.
"Maaf saya telah mengganggu kenyamanan anda" -ucapku sambil tersenyum kecut.
"Ga na, enggak, kamu jangan per-" -gilang
Bukk..
Vivi pingsan didetik itu juga.
--------------------------
Disisi lain, aku berlari keluar rumah, menangis, ya , aku menangis, entahlah, tapi rasanya, baru sebentar aku merasa kebahagian, kebahagian karena berjumpa dengan kakak ku, ah, kurasa dia bukan kakak ku lagi. Bahkan disaat begini, dia tak datang mengejarku atau bahkan sekedar membujukku, IP yang sedari ku pegang, tak kunjung menunjukkan notifikasi chat dari GILANG, kurasa, dia benar" tidak peduli dengan ku. BAIKLAH, AKU AKAN MENJALANI HIDUP SENDIRI, HANYA SENDIRI, DENGAN CARAKU, DENGAN TYPE KU, DENGAN KEINGINAN KU. TERIMAKASIH KAK GILANG DIRGANTARA, KAU MEMBUAT ADIKMU INI MENJADI JAHAT, SOON, WELCOME TO NEW LIFE NA!
Todos os Direitos Reservados