young wings

young wings

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 25, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Callysta hanya ingin hidupnya bagaikan sayap muda, bisa berkeliaran sebebas-bebasnya. dan juga kisah cinta yang indah seperti dongeng yang dibacakan oleh ibunya. Tapi callysta lupa, bahwa bagaimana pun cerita yang berada di dalam dongeng tersebut belum tentu indah. karena kita tidak tau bagaimana kehidupan cerita dongeng tersebut kedepannya. Bagaikan terombang ambing, itulah kehidupan. Begitu pula dengan Ansel, ia juga ingin menjadi pangeran berkuda putih. Tapi harapan hanyalah harapan, mereka akan lupa pada hal itu. Apakah harapan mereka akan terkabulkan? Atau mungkinkah mereka akan akan disatukan oleh takdir?
All Rights Reserved
#25
wings
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • sraddah (on going)
  • DISA | broken
  • My Duchess / End
  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • KAISAN ; Yang Tenggelam Di Lautan Lara
  • Dosa Disa (End)
  • 6 CAHAYA KEHIDUPAN
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Duda Impian

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines