Story cover for ARDANI  [Slow Update] by nirryyy
ARDANI [Slow Update]
  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Dec 09, 2018
Bagaimana jika di usia remaja sekarang, kamu harus ditinggal sendiri? Tak hentinya merasakan hal-hal dengan sendirian, ditinggal kan oleh orang yang kamu sayangi, sendiri. Ingat, "sendiri".

Untungnya roda selalu berputar dan tak slalu menaruh kita ke arah yang membuat resah. Pertemuannya dengan pendatang baru disekolahnya dapat mengubah dirinya kembali seperti semula.

"Gue nggak cerewet! Kuping lo aja yang kemasukan Lebahh!"

"Serah lo aja!! stopp.. ga usah bacot lagi. lebah dikuping Gue udah bacott dari tadi.."

"Ya udahh bilang aja kelebahnya, udah bacotnya.. gue mau ngomong lagi"

"BODO AMAT!!"..
All Rights Reserved
Sign up to add ARDANI [Slow Update] to your library and receive updates
or
#325ari
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔) cover
Menyimpan Rasa cover
Friendzone? cover
Kita dan Sebuah Kisah cover
Sebuah Rasa cover
G in Luv (END) cover
He is not My Best Friend (End) cover
Audrey (New version) cover
Arkan & Bandung cover
Cool Beauty  cover

Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)

9 parts Complete

[LENGKAP] Beberapa hal yang mesti kau catat lalu kau baca saat merasa sendiri Ada yang diam diam yang ingin di sapa olehmu.Percayalah. Ada yang mengharap pertemuan kedua,setelah matamu mendarat ke matanya tanpa aba-aba. Ada yang setiap pagi terbangun buru-buru,demi sebuah frasa "selamat pagi" dari bibirmu. Ada yang tak pernah berhenti mencatat,sebab setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu,tiap kau sebut nama,miliknya. Ada yang mengembangkan sesimpul lengkung di bibirnya, di balik punggungmu ,malu malu. Ada yang memilih tertunduk saat jarakmu berdiri dengannya hanya beberapa kepal.Lututnya lemas,tiba-tiba. Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu.Menunggu sebuah ketukan darimu. Ada yang dadanya terasa berat dan kau tak pernah tahu saat kau tak tertangkap matanya beberapa waktu lalu. Ada yang tak pernah merasa begitu utuh,setelah lelaki menjejak jauh darinya. Sekarang, runtuh. Ada yang diam- diam mendoakanmu dalam -dalam. Percayalah