YOU ARE MY REPITIONS

YOU ARE MY REPITIONS

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Apr 2, 2019
Sebuah cinta yang lahir dari lantunan Nadzom Kitab Alfiyyah Ibnu Malik. Pelantun bersuara ngebas itu masih menyibukkan dirinya ke dalam lalaran nadzom-nadzomnya. Masih pula sepasang mata berbulu lentik itu melihatnya dari balik kaca dimana ia menepikan keberadaannya untuk dapat memperhatikannya secara diam-diam. Cinta yang tumbuh tanpa syarat dan kesengajaan. Rasa cinta yang selalu ditepisnya agar tidak melebihi cintanya kepada sang pemilik jagad raya. Cinta yang semakin hari menjadikannya menundukkan pandangannya, dan memuhasabahkan dirinya kepada sang Khaliq. Cinta yang tak harus terdefinisikan oleh tingkah laku dan cinta yang tak harus tersampaikan oleh ucapan. Cukup dia memunajatkan cintanya dalam sepertiga malam. Dia pun tahu, Allah ada pada cintanya. Sebuah cinta yang mengalir bersama sajak dan prosa yang Silma buat. Iya, dialah Silma Yasari. Gadis mungil berkulit putih, berhidung kecil mancung, memiliki bulu mata yang lentik, dan bibir kecil nan marun seperti buah chery. Silma Yasari, gadis penyuka Sastra Indonesia yang mengimplementasikan cintanya ke dalam sajak dan prosa. Bahwa cinta yang diramu setiap detiknya hanya untuk pemuda pelantun Kitab Alfiyyah Ibnu Malik adalah sebuah repitisi cinta yang akan dia jaga sampai mati. Pemuda itu yang selalu muncul di dalam mimpi Silma. Athar El Abrisham
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Senja di Kota Nabi
  • 𝓑𝓲𝓭𝓪𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓢𝓮𝓽𝓮𝓰𝓪𝓻 𝓚𝓪𝓻𝓪𝓷𝓰(PROSES REVISI)
  • The Girl Who Made Me Sujud
  • Cintaku Dalam Abdimu
  • ISTIKHARAH CINTA
  • Kusebut Namanya Dalam Akad
  • ELSHANUM AZ-ZAHRA (COMPLETE)
  • Qanita
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Dzikir Cinta (Selesai)

"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines