TARRAIN
  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah kisah dimulai dari pertemuan yang sudah digariskan. Meski berada pada kondisi canggung, namun tak satupun hal dapat mengacaukannya. tiba pada satu titik yang tak satupun dapat mengalihkannya. akankah langkah ini akan terus beriring , atau berpisah ditengah jalan? "Aku merasa sebagai manusia lemah, yang mengendalikan perasaanku saja , aku tak bisa" -Rainayah Annerdi "Meski diawali dengan keegoisan, aku yakin bahwa tak selamanya kita akan berdiri diatas ego masing-masing, harapku semoga kau selalu mengerti akan ku" -Qatar Alwinanta
All Rights Reserved
#762
lucu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARTAN
  • DENTING  [Revisi]
  • Arsyilazka
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Sahabat Dan Dilema
  • Because I'm Stupid (End)
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • SATU HARI (TAHAP REVISI)
ARTAN

[WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA!] *** Tentang gadis cuek dan laki-laki absurd tak bisa diam bak cacing kepanasan. *** Bayangkan bagaimana rasa nya jika kehidupanmu berubah secara tiba-tiba? Itulah yang di alami seorang gadis bernama Naisha Nazira Maheswari. Hal ini terjadi setelah ia diganggu oleh si brandal sekolah baru nya. Hal yang paling menyebalkan adalah, ketika hari-harimu dikacaukan oleh seseorang yang tidak pernah terpikirkan sebelum nya. Disinilah awal pertemuan dan kisah tak terlupakan antara seorang gadis cantik, ambisius terhadap pelajaran dan ratu matematika dengan seorang Artan Mahesa Shankara. Laki-laki berandal, penguasa sekolah, ketua geng, dan selalu membuat onar tentunya. *** "GUE BENCI SAMA LO!" Teriak Naisha. "Hah, cinta?" "Congekan ya lo, kampret!" Umpat Naisha geram. "Iya, gue juga cinta kok sama lo.." *** "Lo udah suka, kan, sama gue?" Tanya lelaki itu percaya diri. Naisha melirik malas, "Najis! Lo bau ketek, congekan, rambut acak-acakan, jigong lo juga tuh tebel. Ga minat gue." Maki Naisha, mampus. "Gue heran, gimana bisa, sih, lo se-percaya diri itu?" "Iya karena gue ganteng, apalagi lah?" "Gantengan juga tukang kebun gue daripada monyet kayak lo!" "Mulut lo durhaka banget boncel!" Gemas Artan sambil menyomot bibir tipis Naisha. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines