Story cover for Euphony by Elleoraa_
Euphony
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Dec 10, 2018
"Every melody we make, will be interconnected."

Cinta kita itu ibaratkan piano dan violin, jika bersatu akan menciptakan nada yang indah dan berhubungan.

Disaat kau tidak ada pasti ada sesuatu yang menjanggal, begitu juga sebaliknya.

Kita akan terus saling membutuhkan karena kita tak bisa terlepaskan.

Cintaku kepadamu akan terus berjalan sampai maut memisahkan kita.

Sampai maut melepaskan kisah cintaku bersamamu, dan membuatnya menjadi kenangan yang indah. 

Membuatnya terasa pedih di mata sampai ke tulang rusukku yang paling dalam.

Apakah kisah cintaku akan seburuk itu?
Let see what's going next!

ΔΔΔ

Start: 19 December 2018
All Rights Reserved
Sign up to add Euphony to your library and receive updates
or
#976sakit
Content Guidelines
You may also like
My Eternal Moon [ End ✔️] by cweetcobeyi
38 parts Complete
Wulan mendekat, penasaran. Bintang mengeluarkan sebuah gelang anyaman dari kantong celananya. "Ini buat kamu. Supaya kita selalu jadi sahabat selamanya." Wulan tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Sahabat selamanya?" Bintang mengangguk yakin. _________________________________ _________________________________ "Kehilangan mengajarkanku arti kehadiran. Tapi kehadiran yang tak pernah pergi, mengajarkanku arti pulang. Dan pada akhirnya, bukan tentang siapa yang kembali-melainkan siapa yang sejak awal tak pernah benar-benar pergi." __________________________________________________________________ "Lucu ya? Saat akhirnya kupikir aku bisa bernapas lega, dunia malah menertawakan aku. Seolah berkata, 'Jangan senang dulu, aku belum selesai menghancurkanmu.'" - Wulan Salsabila. __________________________________________________________________ "Orang yang paling keras kepala bukan orang yang tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Tapi dia yang tahu dirinya hancur, tahu dirinya butuh bantuan, tapi tetap saja milih buat menyimpan semuanya sendiri." -Raka Aditya. __________________________________________________________________ "Lan, kalau aku adalah bintang indahmu, maka kamu adalah bulanku-seseorang yang memberiku cahaya bahkan di malam-malam tergelap. Kamu adalah ketenangan, kehangatan, kehadiran yang membuat segalanya terasa aman dan indah. Bahkan ketika bintang-bintang mulai redup, bulan tetap bertahan, bersinar dengan tenang. Jadi, jika kamu memanggilku bintang indahmu, maka aku akan memanggilmu bulan abadiku-seseorang yang tetap tinggal, seseorang yang selalu bersinar di langitku." -Bintang Pradipta. __________________________________________________________________ "Dari janji persahabatan di bawah pohon rindang SD, hingga langkah-langkah berat di SMA-kapan persahabatan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit?" PERHATIAN‼️ Cerita ini murni ide author tanpa menjiplak karya siapapun enjoy~♡
You may also like
Slide 1 of 10
Evanescent [END]✓ cover
AlReGa [END]√ cover
AghaVela [SELESAI] cover
Don't ever leave me... cover
2 Reflection cover
My Eternal Moon [ End ✔️] cover
ARDIRA [SELESAI] cover
I'm NOT OKAY ~ END cover
Semua Tentang Luka [ END ] cover
L & A  || GO INSANE || ✔ cover

Evanescent [END]✓

57 parts Complete

Dua pejuang terkuat adalah kesabaran dan waktu. (BELUM REVISI) ~•~ Katanya, waktu bisa menyembuhkan segalanya. Tapi bagi sebagian orang, waktu hanya membuat luka belajar berdiam lebih dalam. Di antara pertemuan geng Renoir dan Otakata, waktu seolah sedang menulis sesuatu yang tak bisa dihindari. Rahasia masa kecil yang terkubur akhirnya muncul, membawa Ola kembali pada sesak yang lama ia pura-pura lupakan. Dunia di sekitarnya pun terasa kian sempit, penuh orang yang menukar kasih dengan harta, dan keluarga yang menuntut balas budi seolah cinta punya harga. "Katamu, semakin kamu menyayangi seseorang, semakin kamu ingin bersembunyi darinya. Sekarang aku mengerti," bisiknya lirih. "Aku menyesal ... menyesal karena tidak pernah benar-benar memahamimu." Dan di bawah langit yang bisu, hanya kata maaf yang tersisa, sebab semuanya sudah terlambat, tenggelam bersama waktu yang tak pernah memihak.