غلاف قصة TEXTROVERT  بقلم aliyahnfika
TEXTROVERT
  • WpView
    مقروء 493
  • WpVote
    صوت 29
  • WpPart
    فصول 6
  • WpView
    مقروء 493
  • WpVote
    صوت 29
  • WpPart
    فصول 6
مستمرّة، تم نشرها في ديسـ ١٠, ٢٠١٨
-"Bisa nggak sih loh itu nggak pegang hp sebentar?"-

Acelin Jeanelle, cewek Textrovert yang tertutup dari dunia nyata namun aktif di dunia maya, bahkan ia punya artikel sendiri untuk mendapatkan berita trend. Dengan wajahnya yang "face genius" membuat ia memiliki banyak teman, namun tak memiliki sahabat.

Arzan Ravindra, cowok yang terkenal cuek dan misterius di kalangan cewek. Meskipun begitu, ia memiliki banyak teman dekat di sekitarnya dan satu sahabat yang selalu mendukungnya.

Ace yang memiliki sifat tersebut susah untuk diajak berbicara. Baginya orang orang hanya memanfaatkannya untuk mendapatkan popularitas di sosmed. 

Sedangkan Arzan, banyak rumor mengatakan bahwa hubungan keluarganya sedang retak. 

Sifat TEXTROVERT yang dimiliki Ace membuat ia menemukan artikel mengenai keluarga Arzan yang terkena skandal. Demi membuat artikel Ace banyak dikunjungi orang akhirnya ia mengeluarkan argumennya di artikel tersebut mengenai skandal keluarga Arzan.
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف TEXTROVERT إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#120iceboy
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
When the Rain Stops Following Me بقلم rhapsody_Kirishima
75 أجزاء مكتمِلة
Apa yang kalian pikirkan kala ada sebuah kebahagiaan bersama kedua orang yang paling kau sayangi menjadi terganggu? Mungkinkah rasanya bak seperti hidup di dalam lingkaran musim hujan yang begitu panjang dan disertai petir yang hebat? Akari tak mengerti mengapa alur hidup yang selama ini dia rasakan baik baik saja, tiba tiba saja dirubah oleh sang ayah. Rasa kesal, sedih serta marah bak bercampur menjadi satu seolah pancarona yang membara. Bukan tanpa alasan sebenarnya, bagaimana mungkin taka da sama sekali permintaan ketersetujuan atas sebuah kehendak yang terlihat seperti sebuah ego orangtua yang dilampiaskan. Akari jelas masih bisa terima jika selama ini kehidupan keluarganya nyaris banyak yang miss. Tapi, gadis yang memiliki skill dalam melukis ini sama sekali tidak bisa terima jika suatu saat dia dilempar begitu saja ke sebuah tempat. Meninggalkan segala hal yang selama ini sudah begitu melekat bak memberinya selimuran dari dunia yang nampak tak selalu baik. Aoyama, Kenjiro, klub seni yang selama ini begitu menghangatkan hatinya dengan tanpa aba aba nya harus ia tinggalkan hanya karena ke ego an sisi lain manusia di rumahnya yang begitu megah. Akari benci sekali berada di situasi jika bukan dia sendiri menghendaki semua ini. Ingin rasanya ia berteriak, namun ke siapa? Orang mengatakan bahwa hidup harus terus berjalan walaupun masih penuh dengan badai mengitari? Akari jelas tak bisa menahan semua ini untuk tak terjadi, tapi setidaknya dia selalu berharap supaya suatu hari hujan berhenti mengikutinya. Warning!!!!!!! Jika kalian menemukan bahwa urutan dari cerita ini salah per tiap chapternya, mohon lihat saja angka nya. jujur sekali, aku sudah perbaiki urutan chapternya, tapi teetap saja berantakan. jadi misalnya gini, setelah chapter 42 dan kalian menemukan langsung chapter 52, segera cari urutannya dengan mencari Chapter 43. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya ya. P.s putar media video nya supaya feel nya lebih terasa kala membaca
Kasat Rasa [Ongoing] بقلم Sandrialova
11 أجزاء مستمرّة
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?