TEXTROVERT

TEXTROVERT

  • WpView
    Reads 493
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 14, 2019
-"Bisa nggak sih loh itu nggak pegang hp sebentar?"- Acelin Jeanelle, cewek Textrovert yang tertutup dari dunia nyata namun aktif di dunia maya, bahkan ia punya artikel sendiri untuk mendapatkan berita trend. Dengan wajahnya yang "face genius" membuat ia memiliki banyak teman, namun tak memiliki sahabat. Arzan Ravindra, cowok yang terkenal cuek dan misterius di kalangan cewek. Meskipun begitu, ia memiliki banyak teman dekat di sekitarnya dan satu sahabat yang selalu mendukungnya. Ace yang memiliki sifat tersebut susah untuk diajak berbicara. Baginya orang orang hanya memanfaatkannya untuk mendapatkan popularitas di sosmed. Sedangkan Arzan, banyak rumor mengatakan bahwa hubungan keluarganya sedang retak. Sifat TEXTROVERT yang dimiliki Ace membuat ia menemukan artikel mengenai keluarga Arzan yang terkena skandal. Demi membuat artikel Ace banyak dikunjungi orang akhirnya ia mengeluarkan argumennya di artikel tersebut mengenai skandal keluarga Arzan.
All Rights Reserved
#5
quietgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • FREZA
  • AKSIEL
  • HAPPINESS OF LOVE
  • Lena The Troublemaker
  • Possesive Playboy
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • zaxel

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines