IMPERFECTUS (On Going)

IMPERFECTUS (On Going)

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 5, 2019
Sering dibully dan direndahkan adalah hal yang wajar Loui terima. Namun, suatu ketika ia harus bertemu dengan seorang playboy disekolahannya dan dengan seenaknya ia mempermainkan hatinya. Itu adalah hal yang pertama kali ia rasakan karena selama ini tak ada seorangpun mau mendekatinya. Tapi sesuatu mulai tumbuh dihatinya walau terkadang ia malah menjatuhkan perasaannya secara tiba-tiba. Hingga tiba dimana keputusan yang ditetapkan sendiri oleh pihak pertama itu tiba. Akankah perasaan pembuat kesepakatan itu mulai tumbuh seperti yang dirasakan loui padanya setelah hari itu atau malah tak rela bila berpisah dengan loui bahkan berjauhan adalah hal yang tak diinginkannya? Mungkin. Penasaran? baca ceritanya ya..jangan lupa difollow, ok! ------------------- "Lo mau jadi pacar gue?" Dengan santainya Alex mengucapkan kalimat itu. "Gak ada penolakan buat seorang alex. Tapi inget, kita pacaran cuma sampai minggu depan!" Ujar Alex dan langsung meninggalkan Loui dengan wajah kebingungan tak percaya yang baru saja terjadi.
All Rights Reserved
#92
lemah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Imperfection : Trapped With Troublemakers✓ [Republish+Remake]
  • LEORA (New Version)
  • Ali Arkhan
  • DRABIA [END]
  • Still You [END]

Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines