Guratan Pena

Guratan Pena

  • WpView
    Reads 1,326
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 73
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 15, 2023
Goresan-goresan pena untuk membalut hati yang terluka Goresan pena manakala galau Goresan pena saat penuh cinta Dan goresan pena pada sang pencipta **MOHON FOLLOW DULU SEBELUM BACA** *ini adalah karya pertama saya,mohon voment untuk saya* *kalau ada yang salah saya tunggu koreksinya* Trimakasih 😊 #19 ~kebahagiaan #324 ~hati #114 ~waktu #116 ~kumpulan kata
All Rights Reserved
#121
kumpulankata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • Segala Tentangmu ❝
  • Thank You ( Kim Taehyung ).
  • Rangkaian Aksara
  • KONSEKUENSI HATI
  • Daily Quotes
  • N O R A [on going]
  • Rangkaian Kata 2 (Completed)
  • Perihku Ditinggalkan
  • flashback~

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines