Third Eye

Third Eye

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 11, 2018
"Pandangan bukanlah hal terindah bagiku. Pandangan... mungkin adalah anugerah, atau... mungkin kutukan? Aku tak pernah bangga akan pandanganku. Jika tuhan mengizinkan, aku lebih memilih untuk menjadi buta." gadis itu meracau dengan nada penuh keputus asaan. "Mengapa begitu? Bukankah ada terlalu banyak orang yang merasa engap dalam kegelapan yang membutakan pandangan? Lalu mengapa kamu yang sudah memiliki cahaya justru berharap melenyapkannya?" tak ada jawaban langsung dari gadis berkantung mata hitam itu. Ada jeda cukup lama karena keterdiamannya, gadis itu menoleh. Ada garis sendu di larik warna matanya yang tak lagi berbinar itu. Ia mendongakkan kepala ke arah langit yang gelap tanpa rembulan "Tapi... bagaimana, ya? Aku sendiri... sudah lama tenggelam dalam kegelapan itu." Maka setelah itu, keduanya terdiam diantara gelapnya malam yang tak berbintang.
All Rights Reserved
#536
petualangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT)
  • NOESIS [END]
  • Impossible Wish
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • You Belong To Me.
  • Miracle In December (GOT7 Fanfiction Christmas Edition)
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]

Aku adalah hasil dari masa lalu, buah dari cinta yang kandas, dan aku tercipta dari ketidakadilan dunia. Jeritan dan tangisan adalah perhiasan ku sehari hari yang menghiasi setiap langkah dan setiap hembusan nafas ku. Seolah aku juga adalah masa lalu yang harus di lupakan oleh mereka. Tangisan di tengah malam memecah kesunyian, luka yang tertutup kabut seolah utuh dari luar, Raga yang sempurna dengan jiwa yang sekarat. Gadis kecil tidak berdosa yang menanggung akibat keegoisan orang tua, Kehilangan cahaya hidup nya, berjalan tanpa arah tak tau tujuan tanpa penerangan. Tidak ada bimbingan atau petunjuk.dia sendirian, Mengendarai perahu kecil tanpa nahkoda, menyusuri lautan derita yang tiada akhir nya. Harapan demi harapan di langitkan namun hanya suara angin yang menjawab. Mampukah dia bertahan di ambang keterpurukan nya? Apakah alam akan menjawab semua harapan nya? "aku terlalu takut untuk mati tapi terlalu sakit untuk hidup. Seseorang tolong aku, berikan aku lampu untuk melihat masa depan,aku tak ingin hanyut mati dalam kegelapan" {DIRA} _________________________________________ ⚠️⚠️⚠️ cerita ini hanya ada di sini jika ada yang sama kemungkinan itu tiruan.ini bukan plagiat tapi murni hasil kerja otak dan kejadian-kejadian di kehidupan, Jika ada cerita ini di tempat lain mohon beri tau saya atau tolong laporkan segera terimakasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines