Apabila Mulut terkatup, maka Mata yang mengambil alih kata
Saat Mata tertutup, maka Telinga yang mengenali keadaan
Jika Telinga berdengung, maka Hati yang menguasai segala hal.
Disini hanya sepenggal do'a yang mampu ku ucap, berharap kau mau mengenali kehadiran ku. Mengerti bahwa ada aku yang seharusnya penting bagimu. Dari Matamu, aku tau ada sepenggal rasa yang tertinggal untuknya, dari matamu aku pun tau ada keraguan yang besar untukku. Tapi sekali lagi, aku akan berjuang dan bertahan untuk selalu ada. Namun bila saatnya tiba, aku akan menjauh, pergi bila memang itu yang terbaik. Untukmu, untukku, untuknya dan untuk kita.
Rayna tak pernah benar-benar memilih. Di antara dua hati yang mencintainya, hanya satu yang selalu diam-diam ia doakan.
Ketika waktu dan takdir mengguncang segalanya, sebuah tragedi membawa Rayna pada luka yang tak pernah ia bayangkan: kehilangan, penyesalan, dan janji-janji yang tak sempat diucapkan.
Lewat kenangan yang tertinggal dan sepucuk catatan terakhir, Rayna mencoba memahami-apa arti mencintai seseorang tanpa pernah tahu apakah ia akan kembali.
"Katanya, kalau cinta itu tulus... waktu takkan memisahkan. Hanya menguji."