OUVRIR
  • WpView
    Reads 755
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 27, 2021
Ketika Luna tiba-tiba menghilang, maka keterbukaan antara Ara dan Alenlah yang sangat dibutuhkan. Perjalanan antara dua remaja yang saling bersahabat, mencari sahabatnya yang lain yang tiba-tiba saja hilang. Ditemani petunjuk pertama hanya sepenggal aksara sunda, mereka akhirnya mengerti apa arti persahabatan yang sesungguhnya. ¤¤ Melihatku berteriak kalap, Alen berlari. Menarik lenganku. Kami berlari bersama dengan seseorang mengikuti di belakang kami. Alen memalingkan wajah, menatap lelaki bermasker itu. "Ara! Mengapa dia mengejar kita? Apakah ia perampok?" Alen berteriak dengan napas tersengal. Di tengah teriknya mentari, dengan keringat bercucuran, aku menjawabnya. "Bukan Alen," aku mengeluarkan stun gun itu, berjaga-jaga. Lalu, napasku habis sehingga aku berhenti berlari. Aku berbalik. "Dia penculik itu!" ¤¤
All Rights Reserved
#529
ara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Glitch
  • Sun! -orine
  • DeaSea
  • SETULUS CINTA LUNA (END)
  • No Longer Mate
  • Antara seamin dan seiman
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • CARA
Glitch

Glitch (completed) ------------------------------------------------------- "Neo lagi apa, Yah? Aku mau bicara, dong." "Siapa?" "Neo. Udah bangun belum dia?" "Neo siapa, Lin?" Aku bersumpah jantungku berhenti berdetak selama beberapa detik. "Maksud Ayah apa?" "Lah? Itu kamu tadi nanyain siapa? Mau bicara sama Bi Dedeh?" "Yah ... jangan bercanda." Bahkan sambil mengatakannya, aku tahu Ayah tidak sedang bercanda. Aku tahu ada sesuatu yang salah. "Ngomong apa, sih, kamu? Lin, udah dulu, ya. Ayah hampir telat berangkat kerja." "Tunggu! Tolong jangan bikin aku tambah pusing, Yah. Aku mau bicara sama adikku!" Hening selama beberapa detik. "Sepertinya kepalamu benar-benar keras terbentur." "Maksudnya?" tanyaku di tengah degup jantung yang tak karuan. "Alin, kamu gak punya adik. Kamu itu anak semata wayang." *** Dalam sebuah perjalanan kereta, Alin, seorang gadis remaja berusia tujuh belas, terbangun dari tidurnya. Saat itu, ia menyadari beberapa hal terasa sedikit berbeda dari sebelum ia jatuh tertidur. Termasuk, bayangannya sendiri di cermin. Mengapa ia mengenakan pakaian lusuh dan ketinggalan jaman? Mengapa sahabat terdekatnya tidak mengenalinya? Dan yang paling penting, ke mana perginya Neo, adik kesayangan Alin yang tiba-tiba raib seolah ditelan bumi? Apa yang sebenarnya terjadi pada Alin? Atau... pada dunia ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines