The Death Seat

The Death Seat

  • WpView
    MGA BUMASA 41
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Jan 6, 2019
WpInfo
Fiction
Horror
Kalian percaya tentang "penunggu" tempat yang sudah lama tak berpenghuni? Tentang arwah yang ada dalam sebuah boneka? Tentang arwah orang yang meninggal atau mati secara tidak wajar. Seperti dibunuh, gantung diri, dan "mereka" datang dari dunia "mereka" untuk menuntut balas, untuk menyelesaikan sesuatu yang belum sempat "mereka" selesaikan semasa hidupnya. Atau....., bahkan hanya untuk menakut-nakuti kita semua yang hidup di dunia nyata. Sebenarnya dalam zaman modern seperti sekarang sulit dipercaya tentang adanya hal-hal seperti itu. Aku pun kadang kurang yakin tentang semua hal di atas, Namun tak dipungkiri hal seperti itu sering terjadi di sekitar kita. Teman kita, tetangga kita, orang-orang terdekat kita, saudara kita, dan mungkin bahkan terjadi di kehidupan "KITA SENDIRI". Dilarang keras menjiplak!!!!
All Rights Reserved
#742
firststory
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • Morgan Story
  • Arwah Jenazah Yang Hilang (SUDAH TERBIT)
  • Detektif Paranormal, Loyals
  • susuk
  • CATATAN HARIANKU
  • KUTUKAN (SUDAH TERBIT)
  • The Dark Side(END)
  • Aku Tidak Ingin Seperti Ini
  • Pocong Pesugihan

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman