First Love

First Love

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 24, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Soraya, seorang gadis yang tidak pernah jatuh cinta, hidup dengan kehidupannya yang tidak ia harapkan, bertemu dengan Reynaldi, seorang lelaki yang selalu mempermainkan cinta, bahkan sampai membuang cinta begitu saja setelah bosan dan selalu merasa puas dengan kehidupan yang dimilikinya. Tetapi, ia benar - benar berubah menjadi hangat karena lelaki ini benar - benar dapat meluluhkan hatinya yang dingin bagai es yang abadi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • SESUATU YANG TAK MUNGKIN
  • BENEATH HER GAZE ✅
  • Maafkan aku Sakura (End)
  • LOVE is NOT MY STYLE (COMPLETED)
  • Mr. Blue Sapphire and Mrs. Lavender
  • Garis Takdir
  • SAMPAI BERTEMU NANTI
  • Salah Cinta
  • We Never Know
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines