CHERYL [Completed]

CHERYL [Completed]

  • WpView
    Reads 185,209
  • WpVote
    Votes 6,726
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 10, 2021
[PROSES PENERBITAN] Kisah gadis remaja yang baru menginjak bangku SMA namun ia kehilangan semua memori masa lalunya. Karena suatu hal, ia tumbuh dan berkembang di panti asuhan. Kalian bertanya tentang masa SMAnya seperti apa? Kehidupan sekolahnya tidak seperti remaja pada umumnya. Ia di bully, hancur, ia mencari jati dirinya sendiri. Akhirnya, ia tumbuh menjadi gadis yang pendiam. Ditambah percintaan masa SMA yang membuat gadis ini semakin muak dengan yang namanya cowok. Akankah ia menemukan kembali memorinya? Apa yang membuat ia di bully? Apa alasan ia tumbuh di panti asuhan? LET'S CHECK IT OUT!!!
All Rights Reserved
#554
putihabuabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Dear of Natasya
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • Love In FriendZone [TAMAT]
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • Story Of School
  • ZELINARKA
  • Putih & Abu-abu

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines