Tentang Agatha

Tentang Agatha

  • WpView
    LECTURAS 2,750
  • WpVote
    Votos 242
  • WpPart
    Partes 32
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, sep 30, 2020
Agatha michelle pradipta gadis berusia 16 tahun yang selalu ditekan oleh Papanya agar selalu mendapatkan nilai sempurna, menutupi kesedihan dan juga kerapuhannya dengan cara tersenyum. Namun, tak jarang juga ia akan bersikap dingin dikeadaan-keadaan tertentu. Dia juga memilik kejadian kelam saat masih berusia 7 tahun membuatnya mengalami traumatic, keberadaannya seakan-akan tidak dianggap oleh Papanya semenjak kehadiran Nadira dan juga mamanya. Nb. Maaf jika ada kesalahan, mohon dimaklumi karena ini cerita pertama saya. -Akan di revisi setelah cerita ini selesai.
Todos los derechos reservados
#242
crazygirl
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lantas (END)
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • REVANARA
  • Iridescent
  • PRAMA-ku
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • QUINZEEA ; Fake Nerd Is Devil (REVISI) #S1
  • GRAZIE {Update}
  • Buku Diary Dalam Rumah Kayu ( Tamat )

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido