PAST
  • WpView
    Reads 725
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 4, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Jasmine tidak tahu apa alasan tuhan mengirim masalalunya kembali. Laki-laki yang sudah menyayat hatinya teramat dalam. Lalu seperti dalam film-film datanglah sosok pangeran berkuda putih yang membantunya menghilangkan keterpurukan, namun ternyata tak semudah itu. Kala kesalahpahaman telah usai dan ternyata harapan akan masalalunya masih sama-sama besar. Apakah pantas jika ia juga menginginkan yang akan datang? Jasmine bimbang. Haruskan ia kembali menyelami luka lama atau justru bersiap untuk kemungkinan hadirnya luka baru? *** Di satu sisi Marvel selalu di bayangi masalalu, perasaan menyesal dan bersalah terus-terusan menghantui. Niatnya kembali untuk meluruskan kesalahpahaman sekaligus mengharap sebuah kesempatan. Ia yakin masih mencintai Jasmine. Harusnya semua itu mudah dilakukan namun bayangan seseorang yang selama ini ia abaikan juga membuat hatinya bimbang. Apa yang Marvel inginkan sebenarnya? Tanpa sadar dia malah kehilangan keduanya. *** Start : 8 November 2022 Finish : - ©Adelaidee_
All Rights Reserved
#128
relation
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • Transmigrasi | | Dua Jiwa Satu Raga
  • AKARA (Ending)
  • CLAURARISA [COMPLETED]
  • Back To Change i'm aletha now ! #wattys2018
  • ADVINES [TERBIT]
  • DASIA | LENGKAP
  • Arlan and Angel [Revisi]
  • Bahagia Untuk Jaffress [Selesai]
  • DHIRENDRA (LENGKAP)

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines