Aksara Untuk Raditya

Aksara Untuk Raditya

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 7, 2019
"Dit, salah satu tetes ini mungkin pernah jadi hujan di hari yang lain, tapi dia kembali naik dan jatuh lagi hari ini." Aira menatap iba pada segenggam air yang runtuh dari tepi genting. "Bagaimana kalau sebenarnya dia tidak sepakat untuk jatuh berulangkali? Dia mungkin kesakitan." "Menurut saya, takdir tidak butuh kesepakatan." Raditya tertawa ringan sambil mengintip ke wajah langit yang gelap. "Takdir, ya ...." Embun mulai tercipta di tepi mata. "Jangan sedih begitu, dong. Sehabis hujan kan bakal ada pelangi." 'Radit ... jika perasaanku adalah hujan, maka atas nama takdir dia akan jatuh padamu. Kamu, Sang Malam, tempat di mana perasaanku tidak punya kesempatan untuk mengharapkan pelangi datang.' Ini adalah Aksara dari Aira Armaya, untuk Raditya Andakara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • MIRACLE
  • Not Your Fault [SELESAI]
  • Rintik Terakhir (END)
  • THE CLIMB [Completed]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • CHAYALOKA
  • Bound To Protect
  • With Rain

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines