Story cover for SORGLEGT by aisyahdee16
SORGLEGT
  • WpView
    Leituras 11
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
  • WpView
    Leituras 11
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
Concluída, Primeira publicação em dez 12, 2018
Kaca yang telah pecah tidak akan pernah kembali seperti semula meskipun kamu mati-matian untuk memperbaikinya.

- JANETA ANESIA TAHTA-



P.s. PLAGIAT JANGAN MENDEKAT!!! Tolong hargai apa yang aku tulis, jangan mengcopy karena cerita ini real aku buat dari hasil pemikiranku sendiri. Thank's
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar SORGLEGT à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#447sendu
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
BarraKilla, de novaadhita
64 capítulos Concluída
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
It's So Hurtful [END], de Amndantsha
35 capítulos Concluída Maduro
21+ (PRIVATE PART) Sebuah kisah yang mengisahkan seorang gadis yang disakiti oleh orang-orang yang disayanginya. Kesalahan yang tidak dia lakukan entah kenapa harus dia pertanggungjawabkan. Kesakitan yang bertubi-tubi diterimanya membuatkan dia semakin hancur. Tiada lagi keluarga, tiada lagi sahabat dan tiada lagi cinta dihidupnya. Semua membuangnya seperti satu kesialan yang harus diperangi. Kesakitan yang menumpuk dihatinya membuatkan hatinya mati. Tiada lagi senyuman yang sering menutupi kesakitannya selama ini. Seolah mengajarnya untuk mendahulukan dirinya, menyadari bahwa yang harus dibahagiakan adalah dirinya bukan mengorbankannya untuk orang yang hanya tau menyakitinya. "Semakin kalian mencoba menyakitiku semakin gigih aku melatih hatiku untuk bertahan. Benteng yang sebelum ini hanya sejangkal akan ku dirikan selangit, dikelilingi api yang membara sehingga kalian ingin mendekatinya pun tidak mampu!" Kathrine Carlina Marcuss "Jangan pikir aku akan membiarkanmu mati dengan mudah, kehancuran keluargaku belum terbayar!" Theodore Edward Stanley "Aku bersumpah kau akan hancur lagi Kathrine, hancur sampai apapun tidak bisa merajutnya kembali" Adorasya Trasella Swan "Dia adalah penghancur hidupku! Seharusnya isteri ku yang berada di sini bukan anak sial sepertinya! Kenapa tidak anak sial ini saja yang mati!" Jordan Marcuss . . . . . MURNI KARYA DARI AMNDANTSHA. PLAGIAT HARUS BELAJAR MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN ATAU LEBIH KECEH 'GET FUCKING AWAY FROM HERE' 19/3/2018-20/10/2018
Plot Twist - Hartono's Fam, de Laraatmaaa
27 capítulos Em andamento Maduro
Janda, bukan sembarang janda! Duda, bukan sembarang duda! Don't mess with us, or... ... Highlight! "Please let me go" Malik menatap Saralee yang sedari tadi menghindari tatapannya. "Don't leave me, please... kamu mau aku berlutut sampai bersujud, akan aku lakukan, just.. please don't leave me, I can't.. I can't live without you, honey please" "You think I am oke after that night? The nightmares always come to me, my body always shaking when I remember that night, what I supposed to do?" Akhirnya Saralee menatap Malik. "It's getting worse every single day, Mas" ucapnya dengan isak tangis. Malik terdiam melihat wanita di depannya hancur, dia mendekat hendak memeluknya. "Don't! Don't ever touch me!" "Honey, please.. beri aku kesempatan ya? Ini hanya kesalah pahaman" "Salah paham dari mana, Mas?" Teriak Saralee. "You always talk for me to letting you go, but what about letting go of the future? Our future? We planned so tightly, our future?" "Our future was gone when you got in touch with that woman, aku gak tahu kapan ini semua di mulai sampai kamu berani membawa wanita itu ke rumah kita! Ke kamar kita mas!" "Enough! I'm not in my best mental health right now. Life is so full of burdens and pressures that I no longer find my favorite things exciting. Lately, I haven't asked for much. I woke up every day wanting and hoping to be okay. So please let me go! If you still love me please let me go. Menikah sama kamu adalah sebuah kesalahan untukku, I just want to kill myself so I never felt this pain.. please Mas, Please let me go" Telak! Kalimat terakhir itu benar-benar membuat Malik hancur, dia tidak bisa melihat istrinya kesakitan seperti ini, jadi Malik memutuskan untuk merelakannya saja. "Oke.." Malik memejamkan matanya sambil memijat pelipisnya. ".. oke aku akan kabulkan mau kamu"
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Black Rose cover
False Hopes cover
BarraKilla cover
Remember Me As A Time of Day✅ cover
obsesi seorang mantan pacar  cover
Backstreet: Life After Breaking Up cover
JANUS cover
It's So Hurtful [END] cover
Wrong Feeling ~Namon~ cover
Plot Twist - Hartono's Fam cover

Black Rose

32 capítulos Em andamento

"Nanti siang Sarah datang. Dia ingin bermain bersama kakaknya." La Lembah memandang pesan singkat di layar ponselnya. Seperti ada yang menaburkan bubuk cabai di kelopak matanya, tetapi air matanya sudah terlanjur kering sejak lama. "Saya anak tunggal." Ketik Lembah. "Jangan egois. Dia adik kamu." Tawanya terdengar, tetapi bukan tawa bahagia seperti yang diharapkan semua orang. Tawa menyakitkan yang syarat akan kesakitan. "Dia anak papa, bukan adik saya." "Berkali-kali saya ingatkan, La Lembah adalah anak tunggal. Tidak punya saudara, termasuk adik dan juga kakak." "Dia anak papa, berarti juga adik kamu." "Dia memang anak papa, tapi bukan adik saya." "Bahkan jika bisa, saya ingin berhenti menjadi anak Anda." Matanya perih, tetapi tak ada satu tetes pun yang ke luar dari sana.