Story cover for Diam by hellomebe
Diam
  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Dec 13, 2018
Rasa itu bisa datang kapan saja, dan rasa bisa datang kepada siapa saja. Hanyasaja, waktu yang terkadang tidak tepat mendatangkan rasa. 

~~~~

Rasa yang selalu tersimpan, 
Rasa yang selalu dipendam, 
Akan keluar dengan sendirinya untuk bernafas. 
Rasa yang tidak tau sejak kapan disimpan, disusun rapih, agar tidak seorang pun yang tau, akhirnya akan terbuka. Akhirnya akan diketahui dari sang pemilik yang membuat rasa. 
Mengapa dengan menyimpan rasa membuat kita lelah? 
Membuat kita lemah? 
Membuat kita lalai? 
Membuat kita tidak menjadi diri sendiri? Pemurung? Sensitif? 
Ada apa dengan rasa? 

^^^

Salam dari sang penyimpan rasa yang tak pandai mengungkap.
All Rights Reserved
Sign up to add Diam to your library and receive updates
or
#419salma
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Antara Langit Dan Perasaan  cover
For My Life (END) cover
Alur Semesta [END] cover
The False Reality (TELAH TERBIT) cover
Cinta Dua Waktu cover
Semu [Completed] cover
Selasa  cover
EVIDEN (Republish) cover
2 Reflection cover

Antara Langit Dan Perasaan

29 parts Complete

Aruna Salma selalu percaya, bahwa langit adalah cermin dari hatinya-luas, penuh warna, dan tak pernah lelah untuk bersinar. Dengan keberanian yang alami dan hati yang memancarkan cahaya, Aruna membawa semangat dan energi positif ke setiap sudut dunia yang ia pijak. Di sisi lain, ada Raka Pratama, laki-laki yang juga memandang langit dengan penuh kekaguman. Dari luar, Raka tampak tenang dan santai, seolah tak terusik oleh riuhnya dunia. Namun dalam diamnya, ia memperhatikan segalanya-setiap gerak, setiap kata, bahkan setiap getar di udara. Raka tak banyak berbicara tentang perasaannya, tapi melalui tindakan-tindakan kecil, ia menunjukkan kehangatan yang mampu menyentuh hati terdalam. Saat langit mempertemukan dua jiwa yang berbeda namun seirama ini, perjalanan antara langit dan perasaan pun dimulai-sebuah kisah tentang keberanian untuk merasakan, tentang keheningan yang bicara lebih keras dari kata-kata, dan tentang cinta yang perlahan tumbuh di bawah bentangan langit yang sama