Diam
  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 30, 2019
Rasa itu bisa datang kapan saja, dan rasa bisa datang kepada siapa saja. Hanyasaja, waktu yang terkadang tidak tepat mendatangkan rasa. ~~~~ Rasa yang selalu tersimpan, Rasa yang selalu dipendam, Akan keluar dengan sendirinya untuk bernafas. Rasa yang tidak tau sejak kapan disimpan, disusun rapih, agar tidak seorang pun yang tau, akhirnya akan terbuka. Akhirnya akan diketahui dari sang pemilik yang membuat rasa. Mengapa dengan menyimpan rasa membuat kita lelah? Membuat kita lemah? Membuat kita lalai? Membuat kita tidak menjadi diri sendiri? Pemurung? Sensitif? Ada apa dengan rasa? ^^^ Salam dari sang penyimpan rasa yang tak pandai mengungkap.
All Rights Reserved
#662
salma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The False Reality (TELAH TERBIT)
  • Till I Meet You
  • Semu [Completed]
  • Alur Semesta [END]
  • Cinta Dua Waktu
  • Narasi Hidup
  • EVIDEN (Republish)
  • R(asa)
  • Selasa
  • For My Life (END)

Hirap. Segala hal yang telah berlalu kini perlahan hirap ditelan masa. Menyisakan segala kehancuran yang abadi dalam ingatan setiap orang yang melaluinya. Luka akan kehancuran, luka akan kehilangan, semuanya akan tetap abadi meski sekeras apapun berusaha tuk melenyapkannya dari dalam ingatan. Tak ingin semakin hancur dan terluka, ia memutuskan tuk berhenti. Berhenti berkomitmen dengan segala hal yang membuatnya terluka dan meninggalkan kenangan lamanya. Namun, disaat ia hampir berhasil meninggalkan semua kenangannya, luka itu kembali berdenyut nyeri saat seseorang dari masa lalunya kembali hadir memasuki kehidupannya. Dengan hadirnya sosok dalam masa lalunya itu, akankah semua luka itu akan sembuh? Atau justru semakin membuatnya membiru bersamaan dengan segala realita palsu yang selama ini ia peluk dengan erat? Demi melewatinya, ia terpaksa kembali hidup bersama dengan luka tersebut.

More details
WpActionLinkContent Guidelines