Cowo Dingin [On Going]

Cowo Dingin [On Going]

  • WpView
    Reads 36,416
  • WpVote
    Votes 1,102
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 16, 2022
"Lo,ikut gue!" cewe itu pun diam ditempat dan hendak kabur dari cowo itu seketika merasa tidak ada yang mengikuti cowo itu kembali menoleh dan mendapati cewe itu hendak kabur,langsung saja menarik kerah cewe itu "Aduh aduh ampun kak" pinta gadis itu "Ikut gue keruang BK SE.KA.RA.NG!! Cewe yang ditarik itu berdecak tak suka "Nyebelin banget sii" decak tak suka dari gadis itu siapa sangka setelah pertemuan mereka menjadi satu mengakibatkan dua insan yang tak dapat dipisahkan Slow Update👋🏻
All Rights Reserved
#16
teentlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FARZAA
  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • Letha
  • GUNFA
  • Pemilik Hati Ketos Dingin (Tamat)
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Cinta Terhalang Jabatan
  • Martanita [END]
  • Inside You
  • Rules vs Chaos
FARZAA

"Kenapa di nama panggilan lo, huruf 'A' yang terakhirnya ada dua?", kata gadis itu sambil menengok orang yang ditanyanya barusan, yang kini tengah berada di sampingnya. Ia sempat kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan gadis yang berada di sampingnya itu. Pasalnya hanya dia yang memerhatikan namanya dan berani bertanya kepadanya. "Ngapain lo mikirin nama gue? Gak penting banget." Jawab Farzaa akhirnya, tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. Gue pokoknya harus tahu, guamamnya dalam hati. "Eh iya sih, yang penting kan, kita bisa menghasilkan uang, kita punya uang, dan kita juga bisa menikmati uang kita." gadis itu tertawa sebelum mengucapkan kalimatnya yang baru ia lontarkan. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari gadis itu barusan, tapi ia bersikap seolah biasa saja dan berkata "Gak semua orang bahagia karena uang. Dan gak seharusnya juga lo terus jadiin seolah-olah uang adalah segalanya dan uang sebagai pemeran utama dalam kehidupan lo". Gue harus ubah cara pikir lo, batinnya. Sebelum gadis itu menjawab, ia melanjutkan perkataannya. "Uang itu salah satunya. Bukan satu-satunya", ia tersenyum dan berbicara setenang mungkin. "Lalu apa?", balasnya dengan gugup setelah mendengar penuturan laki-laki di sampingnya, yang ia sendiri tidak menyangka tanggapannya akan seperti itu. "..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines