We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
December

December

  • WpView
    Reads 2,121
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 11, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Gelap!" "Gelap!" "Semua terasa begitu gelap." "Di sini juga dingin, tolong aku!" "Siapapun tolong aku!" "Kenapa tidak ada satu pun orang yang menolongku!" "Tak ada yang perduli padaku di dunia ini!" "Kenapa di sini mulai terasa nyaman." "Aku ingin tinggal di sini selamanya." [ Apa kau kesepian? ] "Iya, aku kesepian." [ Kalau begitu bagaimana kalau kau ikut denganku. ] "Kemana?" "Bolehkah orang tak berguna sepertiku dapat ikut dengan mu?" [ Tentu saja, di sana akan ku berikan dunia yang indah dan apapun yang kau inginkan. ] [ Dunia dimana kau akan berkuasa penuh. ] "Berkuasa?" "Aku sama sekali tidak tertarik untuk menjadi penguasa, aku hanya menginginkan sebuah kehangatan untuk hati ku yang terasa begitu dingin ini." [ Tentu saja itu mudah kau dapatkan selama kau setuju untuk menjadi penguasa dan menjual hatimu kepadaku, lalu bagaimana apa kau ingin ikut? ] "Aku mau, apapun yang kau inginkan akan aku berikan. Namun aku ingin tinggal selamanya di sana." [ Tentu saja kau memang harus selamanya ada di sana. ] [ Selamanya bersamaku di neraka berbalut surga ini. ]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Winter
  • BarraKilla
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Kisah Akala
  • SHIZUN 🔞
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • REVANO UNTUK REVA
  • Alicia Stories : In Another World
Winter

(Completed) "Ter, menurut lo kenapa ayam tuh dikasih nama ayam? Kenapa nggak sapi aja atau.. kudanil gitu?" "Kalau gue gorok leher lo sekarang, kira-kira lo mati apa nggak napas aja, Na?" Nareshwara itu tinggi ✅ Ganteng ✅ Suaranya bagus ✅ Jago gombalin cewek❌ Kalem banget❌ Nggak suka nyusahin Winter❌ "Kayaknya sih mati.. tapi ayam tuh ya-" Lelah lahir batin. Itulah yang selama belasan tahun Winter rasakan. Bersahabat dengan pemuda minim kewarasan yang selalu bertingkah 'semau gue' serta penganut prinsip 'terobos ajalah anying' ini bikin Winter sadar kalau resign jadi penduduk bumi bukanlah pilihan buruk. "Lo waras dikit bisa nggak, Na?" *** "Gue suka sama lo." "Hah?" "G-gitu, kan, bilangnya?" "Ah-ooh, iya ya, bisa gitu.. sih?" "Tadi itu pe..percobaan... ehehek," *** Sementara bagi Jeriko, menebas egonya yang setinggi langit dan hatinya yang sebeku daratan Antartika bukanlah perkara mudah. Namun, dihadapan seseorang yang berhasil memberikannya tempat ternyaman untuk 'pulang'. Dia bersedia memberikan apapun, sekalipun harus goresan luka yang jadi bayarannya. "Kalau gue mati.. lo juga harus mati, Darling. Seenggaknya kalau kita nggak bisa bersatu dibumi, kita bisa abadi di surga." "Mahluk kayak lo lebih pantas ada di kerak neraka sana!" "Lo mau abadi di neraka sama gue? Fine, gue nggak masalah mau dimana pun. Asal ada lo-nya." "DIH, SINTING!" "Love you more, Darling." *** 17+ ©Dandelions042

More details
WpActionLinkContent Guidelines