Leo & Nadhira

Leo & Nadhira

  • WpView
    Reads 424
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
Malam ini hangat sekali, ketika bekas dekapannya masih melekat di tubuhku. Dia baru saja pulang dari rumahku, katanya "jangan lama-lama ketemu kamu, nanti aku malah makin kepikiran. Terus rindu. Terus dateng kesini lagi nemuin kamu. Hehe". Aku hanya bisa tersenyum mendengarkan kata-katanya itu, sebenernya menyebalkan. Tetapi, ketika dia yang mengucapkan rasanya aku jadi malah ingin dia mengatakan seperti itu terus. Aku selalu jatuh hati padanya. Ucapannya seperti gombal memang, tapi mata nya terlalu tulus untuk mengatakannya. Mungkin kalian tidak bisa melihat tatapan nya saat itu. Hingga setelah dia mengucapkan itu aku langsung ingin mengabadikannya melalui tulisan ini. Yang bisa aku baca ketika aku rindu, sebenarnya tidak seperti itu juga. Aku bisa saja menyuruhnya untuk mengatakannya kembali. Namun, rasanya pasti lebih berbeda. Rasanya setiap hidup yang ku lakukan bersama nya harus ku jabarkan dengan dentingan kata, bahkan dengan ribuan kata. Dan dia selalu ingin membuatku mengatakan "aku sangat menyanyangimu, lebih dari sayang. Bahkan cinta. Lebih dari cinta. Kamu sudah menjadi rumah untuk hidupku. Dan sudah memberitahuku bahwa bertemu tidak selalu berpisah. Tetapi, bertemu untuk saling menjaga. Menjaga apa yang sudah ditemukan". Setelah menuliskan kejadianku hari ini bersama nya. Tiba-tiba aku ingin membuka lembar sebelumnya. Ketika pertama kali aku bertemu dengannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RANNA
  • Be Mine [Terbit]
  • Arsyilazka
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • ALVIN (On Going)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Don't call it love!
  • viewpoint
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines