Story cover for MOZAIC by chouvinism
MOZAIC
  • WpView
    LECTURES 559
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Chapitres 13
  • WpView
    LECTURES 559
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Chapitres 13
En cours d'écriture, Publié initialement déc. 13, 2018
Contenu pour adultes
Sebuah antologi cerpen yang dirangkum ke dalam satu judul 'Mozaic'. Begitu banyak pecahan-pecahan cerita yang jika disatukan dalam sebuah frame kehidupan, akan menimbulkan efek mosaik. 

Dengar cerita, baca bukan dengan mulut dan suara. Sebab semua ini adalah rangkaian bahasa hati. Diketik melalui jemari, dirapal melalui doa, dimakna melalui aksara. Dari sekumpulan isyarat bahasa yang sulit terungkap dengan lisan. 

Jangan membaca jika tidak mengerti kalimatnya.

Hm, yakin mengerti kalimatnya? Silahkan kalau ingin mencoba.

Silahkan menikmati ceritanya, jadikan sarapan pagi, atau makan malam sebaga penutup malam indahmu.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter MOZAIC à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 8
Antologi Cerpen & Cerbung (Kumpulan Cerita Pendek) cover
Tales of Life (KUMCER) cover
BILIK PESANTREN-KU cover
A Day With Story cover
Cerita Kita  cover
✧Toples Harapan✧ cover
Antologi Pelangi di 9 Februari cover
Kumpulan Cerpen  cover

Antologi Cerpen & Cerbung (Kumpulan Cerita Pendek)

6 chapitres Terminé

Pernah punya ide-ide cerita yang hanya berupa potongan-potongan adegan, tapi bingung bagaimana cara menggabungkan kepingan puzzle itu menjadi satu cerita utuh. Pernah sudah menulis sebuah konsep cerita lengkap, tapi di tengah jalan muncul ide-ide baru yang tidak bisa lagi dimasukkan dalam cerita tersebut. Pernah ada ide-ide cerita yang terhayal saat sedang melamun, sedang menatap langit-langit kamar, bahkan ketika sedang berada di toilet, tapi selalu dikalahkan oleh pikiran-pikiran seperti "ah, sudahlah, malu kalau dibaca orang." atau "ah, takut nanti diremehkan." dan cerita itu pada akhirnya terbungkam rapat dalam hati. Karya ini akan menampung dan melindungi semua ide-ide cerita itu. Baik fiktif maupun non-fiktif, akan kutulis dalam bentuk cerita pendek dengan gaya dan bahasaku sendiri. Sebab seseorang telah mengingatkanku bahwa pada akhirnya yang terpenting adalah kisah-kisah itu berhasil tersampaikan...