Benarkah Ini Hijrah?

Benarkah Ini Hijrah?

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 18, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka berdua masih terdiam membisu memandangi jalan raya yang masih terlihat basah karna guyuran hujan. Hingga akhirnya Ginal memecahkan keheningan, dengan memulai pembicaraan. "Jadi kenapa ko bisa takut dekat dengan saya?" "Banyak alasannya." Ujar Cacha. "Misalnya?" Tanya Ginal seakan memaksa Cacha agar berbicara lebih banyak. Cacha kemudian berbalik, dan melihat tajam ke arah Ginal, kemudian Ia memalingkan kembali tatap matanya ke arah jalan raya. "Di satu sisi, sa sudah pilih untuk Hijrah. Jadi seharusnya, sa nda boleh dekat dengan laki-laki, siapapun itu." Ujar Cacha. "Tapi di lain sisi, sa nda bisa sembunyikan kalau memang ada perasaanku sama kau, semakin lama semakin besar, dan bukan hal yang mudah untuk berdiri di antara dua hal ini." Kata Cacha yang kemudian di iringi dengan butir airmata yang meleleh di pipinya. Kemudian Cacha melanjutkan. "Sehingga kadang sa selalu bertanya dalam hati, benarkah ini Hijrah?" Katanya sembari menatap mata Ginal.
All Rights Reserved
#382
loveable
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan Bunga Terakhir
  • Cuaca
  • ELBITHARA
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • VIDE
  • Rumah Tanpa Atap
  • ISN'T IT STRANGE?

"abang!... aku dapet penghargaan loh" Teriak gadis Kecil mengejar lelaki dewasa didepannya lelaki yang di panggil abang itu hanya merespon delikan mata "abang mau kemana?,, " "ara ikut ya" mata itu menyorot tajam bak elang yang akan membunuh gadis mungil yang berdiri di depannya "lo!... bisa DIEM gak!!!.. " Bulir airmata menggenang di pelupuk iris mata terangnya "ta'ap'i.. ara.. " "shitt' diem." dengan sorot tajam menahan amarah suara itu kembali membuat gadis itu bungkam bersamaan dengan jatuhnya bulir bulir airmata yang dipendam gadis Kecil itu. ⋆ ˚。୨୧˚˚୨୧。˚ ⋆ ' Menyerah ' Satu kata yang slalu berkeliaran dipikiran nya, apakah ia harus menyerah pada titik ini?? sedangkan ribuan pertanyaan Dan harapan masih setia bersemayam dipikiran nya Tidak adil baginya yang tidak tahu menahu titik permasalahanya tapi mengapa ia yang mendapat kesialan ini, satu kata yang slalu tertanam " PEMBUNUH " itulah kata yang slalu orang orang lemparkan pada diri nya... Gadis Kecil yang dulu slalu mengharapkan kasih sayang walau sekedar pelukan, nyatanya itu tidak ia dapatkan sampai kini ia kokoh berdiri sendiri menatap hamparan bintang dilangit dengan tatapan sendu, akankah semesta mendukung nya? _ apakah gadis Kecil itu bisa mewujudkan harapannya? .. _ Atau ia akan kalah akan takdir yang seolah tidak mendukung keinginan nya ? • • • _plagiat dilarang mendekat_ Dilarang garis besar Murni cerita sendiri tanpa Ada campur cerita lain Tahap revisi..... @meesyaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines