Benarkah Ini Hijrah?

Benarkah Ini Hijrah?

  • WpView
    OKUNANLAR 173
  • WpVote
    Oylar 22
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Sal, Ara 18, 2018
Mereka berdua masih terdiam membisu memandangi jalan raya yang masih terlihat basah karna guyuran hujan. Hingga akhirnya Ginal memecahkan keheningan, dengan memulai pembicaraan. "Jadi kenapa ko bisa takut dekat dengan saya?" "Banyak alasannya." Ujar Cacha. "Misalnya?" Tanya Ginal seakan memaksa Cacha agar berbicara lebih banyak. Cacha kemudian berbalik, dan melihat tajam ke arah Ginal, kemudian Ia memalingkan kembali tatap matanya ke arah jalan raya. "Di satu sisi, sa sudah pilih untuk Hijrah. Jadi seharusnya, sa nda boleh dekat dengan laki-laki, siapapun itu." Ujar Cacha. "Tapi di lain sisi, sa nda bisa sembunyikan kalau memang ada perasaanku sama kau, semakin lama semakin besar, dan bukan hal yang mudah untuk berdiri di antara dua hal ini." Kata Cacha yang kemudian di iringi dengan butir airmata yang meleleh di pipinya. Kemudian Cacha melanjutkan. "Sehingga kadang sa selalu bertanya dalam hati, benarkah ini Hijrah?" Katanya sembari menatap mata Ginal.
Tüm hakları saklıdır
#740
loveable
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • ARTAN
  • ALESYA (END)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Kisah Kita (CS)
  • Semu [Completed]
  • Cuaca
  • ASRAR|
  • ELBITHARA
  • (Not) A Dream School (On Going)

Salah satu bentuk pembodohan diri adalah disaat aku tau kamu sedang menjaga hati untuk orang lain, sedangkan aku masih saja setia mencintaimu dari jarak dekat. *** "Kakak tau hal apa yang paling menyakitkan saat kita sedang merasa bahagia?" tanya Shella sembari menghapus air matanya yang mulai menetes kembali, sedangkan Arion hanya menggeleng tak tau. "Saat kita dibuat terbang setinggi-tingginya. Hanya untuk dijatuhkan kembali," lanjut Shella yang membuat Arion menatapnya bingung tak mengerti. Saat Arion ingin menggenggam tangan Shella untuk kesekian kalinya, lagi-lagi Shella menjauhkan tangannya lalu kembali menatap Arion dengan senyum yang bercerita tentang luka nya hari ini. °°^^°° "Hal sia-sia yang selalu ku usahakan adalah berusaha melupakan dirimu, disaat hatiku belum siap membuka hati untuk orang baru" ~Shella Novelia Az-Zachary "Terlalu menjaga, sehingga memilih menghindar walau rasa tetap ingin memiliki" ~Arion Lavi Pradipa Ini cerita pertama aku, semoga kalian suka ya. Jangan jadi readers ghost dong😭 pokoknya kudu vote dan komen. Aku maksa loh ya, MAKSA. Hahaha🤭 DI FOLLOW DULU YA,SEBELUM DIBACA KARNA AKAN ADA PART YANG DI PRIVAT. MAKASIH😙❤

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi