Wrong Number?

Wrong Number?

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 4, 2019
Berawal dari nomor yang tak di kenal, secara tiba-tiba menyepam chat ke nomor Davina Adnan Sea atau biasa di panggil Sese. Seorang gadis yang mulutnya tidak bisa di rem. Awalnya Sese berharap kalo ia tidak akan bertemu dengan pemilik nomor tersebut, karena ia sangat kesal dan benci dengan pemilik nomor tersebut. Rasanya ia ingin menjambak, memukul, meninju dan melahap orang yang punya nomor tersebut. Namun takdir tidak berpihak pada Sese. Saat Sese pindah ke sekolah baru, ia bertemu dengan seorang lelaki yang bernama Kevin Mainland atau biasa dipanggil Kevin. Sese awalnya menyukai lelaki tersebut. Namun, setelah mengetahui fakta bahwa Kevin adalah pemilik nomor yang tak dikenal itu, seketika rasa suka itu berubah menjadi rasa benci.
All Rights Reserved
#10
salkir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dari Meja Sebelah
  • The Black Cloud
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI
  • MOST WANTED VS GIRL AKHLAKLESS
  • Hi, Pak Dosen!
  • My Lecturer My Future
  • SCRIPTSHIT (TAMAT)
  • KEZAN (END)
  • VIONETA
  • Boom Boom Heart

Eja, seorang siswa pendiam, baru saja pindah ke SMAN 115. Hari pertamanya di sekolah baru terasa kikuk, sampai ia dikenalkan duduk sebangku dengan seorang cewek ceria bernama Nisa. Sejak hari itu, hidup Eja tak lagi sepi. Mereka cepat akrab-sering ngobrol, saling lempar candaan, dan jadi duo yang tak terpisahkan di kelas 10-2. Namun, segalanya mulai berubah saat Nisa naksir seorang cowok populer bernama Malik dari kelas sebelah. Eja, yang saat itu belum sadar perasaannya sendiri, malah jadi 'wingman' Nisa-membantu nyusun strategi, bikin surat, sampai jadi penyampai pesan. Sayangnya, sebelum Nisa sempat nembak, Malik sudah jadian duluan dengan Vana, cewek cantik dari kelasnya. Nisa patah hati, dan di situlah Eja jadi sandaran. Ia nggak hanya mendengar curhatan galau Nisa, tapi juga jadi satu-satunya orang yang bikin Nisa tetap senyum di tengah kecewanya. Karena pengaruh suasana dan rasa ingin move on, Nisa memutuskan keluar dari ekskul gambar dan pindah ke ekskul musik-eksul yang juga diikuti Eja. Di ruang musik itulah semuanya mulai berubah. Nisa dan Eja sering disuruh duet, dan tiap kali suara mereka berpadu, hati mereka juga ikut terhubung perlahan. Dari yang awalnya hanya sebatas teman sebangku, tawa dan lagu-lagu yang mereka nyanyikan mulai menumbuhkan rasa yang lebih dalam. Tanpa mereka sadari, melodi-melodi yang mereka ciptakan bersama, diam-diam menjadi bahasa cinta yang tak mereka ucapkan-setidaknya belum, sampai waktunya tiba.

More details
WpActionLinkContent Guidelines