Hai Pujangga
  • WpView
    Membaca 467
  • WpVote
    Vote 70
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mar 17, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
Katanya, "kesempatan itu nggak banyak, Fani. Kepergian juga nggak semua direncanakan. Besok lusa, nggak bisa kita tebak akan jadi seperti apa." Aku menatapnya sambil menunggu kalimat selanjutnya, "Hari ini, senang-senang terus sama saya, tetap di samping saya sampai suatu saat saya memintamu pergi, itu pilihanmu; mau benar-benar pergi atau tetap di sini, dan setelah itu pasti saya akan mendapatkan penyesalan hebat karena sudah berbohong sama diri sendiri."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#13
randa
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • Bentangan Payung Biru
  • Dusk In Your Eyes
  • Titik Terbaik | END
  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
  • Apakah Kita Bisa Bersama
  • LOST [TAHAP REVISI]
  • Story Of Us

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan