Hai Pujangga
  • WpView
    LECTURES 467
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., mars 17, 2021
Katanya, "kesempatan itu nggak banyak, Fani. Kepergian juga nggak semua direncanakan. Besok lusa, nggak bisa kita tebak akan jadi seperti apa." Aku menatapnya sambil menunggu kalimat selanjutnya, "Hari ini, senang-senang terus sama saya, tetap di samping saya sampai suatu saat saya memintamu pergi, itu pilihanmu; mau benar-benar pergi atau tetap di sini, dan setelah itu pasti saya akan mendapatkan penyesalan hebat karena sudah berbohong sama diri sendiri."
Tous Droits Réservés
#6
randa
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • CAHYA UNTUK MENTARI
  • Menepi
  • THE CLIMB [Completed]
  • LOST [TAHAP REVISI]
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • MY Expectation (FINISH)
  • Path
  • Dusk In Your Eyes
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]

"hidup memang hanya sekali, tapi kalau aku di beri kesempatan aku mau kamu ada di sisi aku lagi Cahya" mentari menghembuskan nafas dengan hati yang sesak "Yang lebih baik dari kamu memang banyak di luaran sana, tapi aku mau nya kamu" "Mana janji kamu untuk menemani aku sampai akhir nafas kita?" Mentari Dengan lelehan air matanya yang sudah tidak bisa di tahan, rasa sesak. "Semoga kita di pertemukan lagi ya nanti, walaupun bukan di dunia" mentari tersenyum ke arah pemandangan dari atas bukit Tempat dimana dia dan Cahya mulai berteman dan saling dekat satu sama lain *Disclaimer* "masih dalam pemulihan cerita, mohon dimengerti, karna ada beberapa chap yang masih terlalu pendek dan author berusaha untuk memperbaiki"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu