Cliché
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 15, 2018
"Aku tak suka drama. Atau cerita klise. Tapi yah... sekali-sekali gak apa kan?" Tatapan pria itu selalu membuat Emma merasa seperti sedang memakai bikini di tengah jalan, atau punya 3 mata dan 5 pasang tangan, atau... entahlah. Tapi pandangannya selalu membuat Emma ingin membalas tatapannya. Alexander Liam, tak punya banyak teman, pendiam, tapi tak pernah habis penggemarnya. Ganteng, sih. Bukan orang yang cocok dengan Emma, yang tidak cantik, tidak punya bakat khusus, tidak spesial. Yang penting, Emma masih belum menyangka hubungan mereka akan menjadi cukup baik ketika tatapan mereka saling bertemu saat itu. "Kalau cerita cinta klise berarti hidup bahagia selamanya di akhir cerita, maka akan kubuat cerita kita menjadi klise."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • CINTA YANG NYATA
  • ALEXON [END]
  • Terjerat obsesi Yandere
  • CLBK (Cisah Lama Belum Kelar)
  • GASA [end]
  • Not Me & Not Mine
  • Upside Down
  • Ruang Tanpa Suara

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines