Kamu Dan Senja

Kamu Dan Senja

  • WpView
    Reads 2,477
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 17, 2018
21+ (anak kecil menjauh yah) Kisah tentang dua anak manusia yang saling jatuh cinta. Tapi salah satu dari mereka hanya bisa mencintai dalam diam. Meski tau perasaanya terbalaskan, meski tau mereka memiliki rasa yang sama, tapi ketakutan dan keegoisannya yang membuat perasaan indah itu menjadi rumit dan menyakitkan. ~cinta adalah perasaan suci, yang diberikan sang pencipta. tapi bagaimana jika cinta itu sendiri yang menghancurkan aku ? apa ini salahku ? salah dia? atau salah sang Pencipta karena membiarkan rasa ini hadir? rasa yang suci diwaktu yang tidak tepat! Ini bukan hanya tentang kamu. Ini tentang aku dan kamu yang sedang aku perjuangkan dalam diamku untuk bisa menjadi 'kita'. - Beverly~ . . . ~Perjuangan yang tiada henti, dan penolakan yang terus diterimanya. Bertahan untuk meyakinkan atau pergi meninggalkan orang yang dicintai? Berdiri diantara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan. - aku mencintai kamu sama seperti aku mencintai pemilik kehidupanku. Selamanya, sampai hembus nafas terakhirku Aku Cinta Kamu. - Denir~ _Enjoy this story guys.
All Rights Reserved
#456
makinglove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)
  • Azkiya Puteri Prayoga
  • HARDEST LOVE🙂🥀
  • [5] Unforgettable Love
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Regrets of Love
  • cewek hits dan cowok cupu.
  • Mental Disease

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines