Kelabu Diatas Pelangi

Kelabu Diatas Pelangi

  • WpView
    Reads 559
  • WpVote
    Votes 170
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 14, 2019
Seorang gadis kecil yang memiliki sikap periang, walaupun ia memiliki masalah yang begitu berat, ia akan berusaha keras agar tidak terlihat bersedih di depan orang-orang, baik keluarganya maupun sahabat-sahabatnya. Ia sendiri memiliki mimpi yaitu menjadi seorang pahlawan yang di bituhkan oleh orang banyak, dan menyelamatkan nyawa banyak orang dengan izin Allah melalui dirinya.Iya,mimpi itu adalah mimpi seseorang yang berarti dalam hidupnya yang akan ia wujudkan. Ia sendiri memiliki keseharian yang menyenangkan. ya benar ,ia memiliki hobi traveling dan menulis, tujuan ia menulis adalah agar banyak orang yang termotivasi dari kata-katanya, kata-kata yang ia dapatkan dari hasil imajinasi sendiri. Dibalik keceriaanya ia menyembunyikan luka yang begitu mendalam, bahkan mungkin orang lain tidak akan bisa melewati masalah tersebut seperti dirinya,ia barpikir tidak ada guna jika ia harus menorehkan kesedihan pada semua orang, ia harus tetap terlihat bahagia, dan akan menjadi seorang motivator bagi semua orang, dengan mengucapkan kata hingga menjadi kalimat yang akan menguatkan orang lain dengan kata bijaknya.
All Rights Reserved
#814
hijrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Raymentara
  • Rindu rumah [END]
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • DANADYAKSA
  • Merajut Mimpi Dengan Seutas Tali
  • CALISYAQIB (About a hope) (Hiatus)

Asa menatap sendu sang Mama, perlahan tangannya menggenggam Lita sang Ibunda. "Asa lelah, Ma. Seperti halnya nama Asa, yang berarti harapan. Asa memiliki satu harapan untuk Mama. Asa pengen Mama bangun dari koma, di saat Asa sedang putus asa dan yang lain pergi dari Asa, Asa ingin di peluk Mama, kaya temen-temen yang lain." kata Asa untuk Mama Litania. * "Gak apa-apa kalo Papa gak selalu ada dan gak anggep Asa sebagai anak Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, kalo Asa sayang... banget sama Papa." jedanya lalu menundukkan kepala menatap sepatunya. "Papa adalah pahlawan terbaik dalam hidup Asa. Bagaimana pun keadaannya, Papa tetap pahlawan terhebat dalam hidup Asa." kata Asa untuk Papa Galang. * ''A-Asa titip salam say-yang un-tuk Ma-ma ... Pa-pa d-dan Ba-Bang Ad-am.'' lirih Asa dengan suara bergetar. Alzan menggeleng kuat mendengar ucapan Asa, ''Kamu bisa sampein langsung semua akan baik-baik aja, kamu jangan bicara dulu ya?'' desak Alzan merasa takut. Asa tersenyum mendegar ucapan Alzan. ''G-Gus Al, to-tolong b-bimbing As-sa.'' lirih Asa pelan dengan suara terputus-putus. Mata Alzan terpejam kuat mendengar permintaan Asa. ''G-Gus ... '' lirih Asa sangat pelan. Alzan membuang napas nya perlahan lalu menguatkan hatinya menatap Asa yang tersenyum dengan darah yang terus mengalir di bagian kepala, wajah dan bagian lainnya. "Ikutin saya, Ya? Ayshadu An-la ilaha illallah ..." "Ayshadu An-la ilaha illallah ... " lirih Asa. "Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah." "Wa-Wa Ayshadu An-na Mu-muhammada Rasulul ... lah ..." ucap Asa sangat pelan sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines