TRAUMA Yang Tak JERA

TRAUMA Yang Tak JERA

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 11, 2020
Alika Meida adalah nama wanita yang sering disakiti tapi enggan untuk mengakhiri. Sikapnya yang takut memilih, takut dengan kemungkinan buruk, membuatnya sulit dalam membedakan mana hal yang menyakitinya atau tidak. Jika di tanya kenapa, ya karna di hanya ingin ada satu cinta. Jika di tanya jera, ya jelas jera. Jika di tanya trauma, ya jelas pernah merasa trauma. Alfernando adalah nama pria yang mempunyai sikap egois, merasa paling benar, dan tidak ingin disalahkan dalam persoalan apapun. Jika di tanya perihal wanita, dia akan menjawab saya punya. Jika di tanya berapa wanita, dia akan menjawab saya hanya punya satu wanita. Alika Meida dan Alfernando adalah sepasang kekasih yang baru menduduki bangku SMA, putus nyambung dalam pacaran sudah menjadi hobi mereka berdua. Pamer ke romantisan bukan hobi mereka. Tapi hanya satu prinsip mereka, "orang-orang tak perlu tau kita putus atau sedang bermasalah. Yang perlu mereka tau kita selalu bersama". Prinsip ini di pegang oleh 2 insan ini, entah siapa yang tersakiti dan siapa yang menyakiti dalam hubungan mereka sangat sulit di tebak. Mereka yang berkepribadian berbeda 180 derjat celcius dapat bersatu selama bertahun-tahun. Hingga mereka berdua menemukan kunci dan cara menangani sikap mereka yang bertolak belakang tersebut. Bahagia atau tidak? Ikuti saja cerita mereka!
All Rights Reserved
#373
kisahremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • FABEL {ON GOING}
  • KEMBALI
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Last Love
  • ALEXON [END]
  • DERAN
  • CERITAKU CERITAMU
  • BUKAN AKHIR YANG KUPINTA
  • GASA [end]
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines