Promise

Promise

  • WpView
    OKUNANLAR 17
  • WpVote
    Oylar 4
  • WpPart
    Bölümler 4
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cts, Nis 13, 2019
Ganti judul, "I'm Promise" Jadi "Promise". Slow update "Seberhaga apa gue di hidup lo?" Tanya seorang perempuan dengan menatap ke depan. "Seberharga Keperawanan lo sama ciuman pertama lo!" Jawab seorang laki laki dengan menatapnya genit, Perempuan tadi mendelik tajam ke sampingnya, yang terdapat laki laki sedang mengacungkan tiga jarinya 'peace' "Lo sangat berharga bagi gue, saking berharganya gue gak bisa ngedeskripsian nya dan gue janji gak bakal ngerusak lo, sebelum gue bilang akad depan papa lo!" Lanjutnya dengan nada serius. "Lo gila!" Ujar perempuan tadi dengan nada kesal. "Iya gue gila, dan bodohnya lo mau pacaran sama orang gila kayak gue." Jawabnya santai dengan kekehan di akhir kalimat. *** Mulai menulis : 26Desember2018
Tüm hakları saklıdır
#125
janji
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Promise Me ( END )
  • Janji Sepasang Bintang (SELESAI)
  • Promise me and secret
  • ANELKA CALVARY
  • I Get You
  • OUR PROMISE
  • Sweet And Tears✔
  • 20. Pamanku Brondong Mesum (FIN)
  • Nikah Dadakan [Mager Ngelanjutin]

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi