Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Alifa

Alifa

  • WpView
    Membaca 19
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 6, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aku cantik dengan parasku yang standar. Aku cantik dengan wajahku yang kusam. Aku cantik dengan bentukan tubuh yang masih jauh dari kata sempurna. Aku cantik dengan banyak kurangnya. Aku cantik, dengan apa adanya. Kenapa? Ada masalah? Atau mau protes? Atau mau nyinyir? Kan katanya, semua wanita terlahir cantik? Masa, mau agak sombong sedikit dibilangnya tidak tahu diri? Kan katanya, semua wanita terlahir cantik? Masa mau mengekspresikan diri dengan apa yang dia sukai, dibilangnya melewati batas, dibilangnya melanggar norma, dibilangnya melanggar Agama. Jadi, apa iya, pembenaran wanita selalu benar itu, nyata adanya? Bukannya, wanita selalu salah? Selalu dipandang remeh dan lemah? Saat seorang perempuan memilih fokus pada karirnya, saat seorang perempuan memilih fukus pada kerja yang ia suka. Ia malah dikucilkan masyarakat, dipandang salah, dan pada akhirnya, dijadikan bahan gunjingan. Saat seorang perempuan, fokus pada keluarganya, tidak pernah keluar rumah karena pekerjaan-pekerjaan rumah tangga menghantam untuk segera dituntaskan. Ia dicap anti sosial, jadilah bahan gunjingan masyarakat sekitar. Ketika seorang perempuan sedang belajar memasak, sedang belajar membersihkan sisik ikan, sedang belajar memotong ayam, lalu dan tidak terlihat cekatan, padahal itu proses belajar. Ia dipandang sebelah mata, dinistakan keluarga suaminya, lalu dijadikan bahan gunjingan. Ketika seorang perempuan hamil diluar menikah, lalu si brengsek menolak bertanggung jawab, sedang makin lama perutnya makin membuncit. Perempuan itu yang dinistakan masyarakat, yang dipermalukan, yang dipukuli kelurganya, yang dipandang menjijikan, yang menanggung sejuta dosa sendirian padahal dilakukan bersama. Katanya tidak bisa menjaga diri lah, katanya terlalu murahan lah, katanya! Katanya! Katanya! lantas si pihak brengsek malah tidak terkena imb as salah. Jadi, dimana letak adilnya? -alifa aisha abyantara.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sudut pandang (felisha)
  • Suddenly Marriage
  • My Duchess / End
  • ALA
  • the other side
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Kahfi dan Yumna
  • Syal Merah
  • ALLAND

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan